Juno, Pesawat Antariksa Terbaru untuk Jelajahi Jupiter

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 03/05/2016 05:58 WIB
Juno, Pesawat Antariksa Terbaru untuk Jelajahi Jupiter Ilustrasi Jupiter. (Dok. Danielle Futselaar/Franck Marchis/SETI Institute)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat nirawak Juno yang diciptakan NASA akan menjadi wahana antariksa selanjutnya yang menjelajah planet Jupiter. Meski bukan yang pertama, ia akan memburu data ilmiah penting tentang planet gas raksasa ini.

Juno yang telah diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS) pada 5 Agustus 2011 ini diharapkan bisa mulai memasuki orbit Jupiter pada 4 Juli mendatang, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS.

Meski sebelumnya sudah ada pesawat Galileo yang meneliti Jupiter dan bulan-bulannya selama delapan tahun, rencana observasi yang akan dijalankan Juno dianggap akan lebih jauh dari Galileo.



Beberapa hal ilmiah yang menjadi pekerjaan rumah alias PR Juno dalam penelitian Jupiter, antara lain, mengetahui jumlah kadar air yang terkandung di atmosfer Jupiter. Hal ini penting karena bisa menambah informasi mengenai teori terbentuknya sistem tata surya.

Kedua, menelaah lebih dalam mengenai atmosfer Jupiter di tiap lapisannya agar mengetahui komponen di dalamnya seperti komposisi gas, suhu, dan gerakan awan.

Ketiga, Mencari tahu soal udara dan iklim Jupiter. Keempat, mempelajari soal kutub magnetik dan gravitasi Jupiter agar bisa mengetahui petunjuk mengenai struktur interior planet.

Kelima, mempelajari bagaimana lingkungan magnetik memengaruhi atmosfer, serta mengamati aurora Jupiter.


Rencananya, durasi observasi Juno akan selesai pada Februari 2018 yang diakhiri dengan menabrakan dirinya hingga 'mati' dan terkubur di Jupiter. (adt)