Menguji 4G LTE Smartfren di Jalur Mudik Jakarta-Jogja

Trisno Heriyanto, CNN Indonesia | Jumat, 27/05/2016 14:11 WIB
Menguji 4G LTE Smartfren di Jalur Mudik Jakarta-Jogja Teknisi sedang melakukan pemeliharaan BTS di Stasiun Tugu (ilustrasi/dok.Istimewa)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Seluruh operator seluler di Indonesia setiap tahun rutin menyelenggarakan uji jaringan di sejumlah jalur mudik untuk mengantisipasi lonjakan jaringan, seperti yang dilakukan PT Smartfren Telecom (Smartfren).

Lonjakan trafik untuk data dan suara diprediksi akan terjadi dua pekan sebelum dan sesudah Idul Fitri, Smartfren mengantisipasi hal ini dengan menambah kapasitas jaringan di sejumlah titik padat.

Dari hasil uji jaringan yang dilakukan Smartfren bersama sejumlah media di jalur kereta mulai dari Stasiun Gambir hingga Stasiun Tugu, terlihat beberapa fakta menarik soal cakupan 4G LTE Smartfren.


Dari Jakarta hingga Cirebon cakupan 4G LTE Smartfren terasa cukup baik, lancar dipakai streaming musik di Spotify dan nonton video di YouTube, bahkan masih sanggup dipakai untuk mengunduh firmware terbaru ponsel hingga tuntas sebesar 665 MB. Namun sesampainya di wilayah Prupupuk, Bumi Ayu hingga Purwokerto koneksi mulai terasa kendur.

Munir Syahda Prabowo saat menujukan kemampuan VoLTE di depan sejumlah media


Hal ini diakui Smartfren. Rendahnya kualitas di titik-titik tersebut terjadi karena jarak BTS yang terlalu jauh, sehingga sinyal cukup sulit di dapat, ditambah lagi banyak perbukitan yang menghambat.

"Sudah direncanakan untuk menambah BTS, tapi memang belum on. Targetnya dua minggu sebelum lebaran sudah aktif," kata Munir Syahda Prabowo, VP Special Project Network Smartfren.

Namun secara umum Smartfren mengklaim jaringan mereka di sepanjang jalur kereta api dari Jakarta hingga Yogyakarta tergolong baik dengan persentase, Good di 21,7 persen, Fair 69,6 persen dan Poor 8,7 persen.

"Fair artinya sudah layak," Munir melanjutkan.

Hasil uji jaringan dari Jakarta hingga Yogyakarta


Smartfren juga memprediksi adanya peningkatan trafik data dan suara pada Idul Fitri 2016 ini dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2015 naik sebesar 15 persen, maka tahun ini kemungkinan 15-25 persen.

Prediksi itu muncul bukan hanya dari kebiasaan konsumsi data yang semakin naik, namun juga karena layanan baru Smartfren yang mereka sebut VoLTE. Layanan ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan panggilan suara atau video berkualitas dengan biaya rendah.

Untuk mensiasati lonjakan trafik tersebut, Smartfren akan menambah kapasitas jaringan di seluruh jalur mudik hingga 45 persen, baik yang bersifat permanen atau sementara dengan BTS begerak menggunakan kendaraan.

"Khusus jalur Jakarta Yogyakarta saat ini sudah ada 194 BTS yang melayani," tutup Munir.