Perusahaan China Gagal Ambil Alih Opera Software
CNN Indonesia
Senin, 18 Jul 2016 17:11 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Konsorsium yang terdiri dari sejumlah perusahaan Internet China telah gagal mengambilalih perusahaan pengembang peramban (browser) dan jaringan periklanan digital Opera Software asal Norwegia.
Dalam pernyataan resmi Opera yang dimuat Reuters, Senin (18/7), menyebut konsorsium hanya akan mengambil beberapa bagian bisnis konsumen perusahaan tersebut senilai US$600.
Keputusan ini adalah alternatif dari kesepakatan sebelumnya untuk mengambilalih Opera dengan nilai $1,24 miliar. Konsorsium China itu meliputi perusahaan mesin pencari dan keamanan Qihoo 360 Technology dan perusahaan distributor game Beijing Kunlun Tech
Opera tidak merinci alasan batalnya kesepakatan tersebut dan hanya menyatakan ada syarat yang tidak dipenuhi.
Sebelumnya, dikabarkan kesepakatan ini membutuhkan persetujuan otoritas Amerika Serikat dan China. Pada pekan lalu, Opera menyatakan syarat tersebut masih belum dipenuhi, meski perusahaan juga tidak merinci.
Sementara itu, tenggat waktu penyelesaian proses jual beli dan persetujuan telah terlampaui, Jumat pekan lalu.
Dengan demikian, konsorsium China kini hanya akan mengambilalih bisnis peramban Opera, baik produk untuk ponsel pintar maupun komputer.
Sementara itu, aplikasi buatan Opera yang bergerak di bidang privasi dan performa, serta bisnis lisensi paten teknologi, sahamnya masih dikuasai oleh nHorizon yang merupakan perusahaan patungan antara Opera Software dan Telling Telecom.
Konsorsium juga tidak akan mengambil alih bisnis periklanan dan pemasaran, TV, dan aplikasi permainan.
"Penyelesaiaan transaksi diperkirakan pada paruh kedua kuartal ketiga 2016," bunyi pernyataan perusahaan tersebut.
Menurut Opera, kesepakatan yang telah direvisi itu telah disetujui dewan direksi. Add
as a preferred
source on Google
Dalam pernyataan resmi Opera yang dimuat Reuters, Senin (18/7), menyebut konsorsium hanya akan mengambil beberapa bagian bisnis konsumen perusahaan tersebut senilai US$600.
Keputusan ini adalah alternatif dari kesepakatan sebelumnya untuk mengambilalih Opera dengan nilai $1,24 miliar. Konsorsium China itu meliputi perusahaan mesin pencari dan keamanan Qihoo 360 Technology dan perusahaan distributor game Beijing Kunlun Tech
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, dikabarkan kesepakatan ini membutuhkan persetujuan otoritas Amerika Serikat dan China. Pada pekan lalu, Opera menyatakan syarat tersebut masih belum dipenuhi, meski perusahaan juga tidak merinci.
Dengan demikian, konsorsium China kini hanya akan mengambilalih bisnis peramban Opera, baik produk untuk ponsel pintar maupun komputer.
Sementara itu, aplikasi buatan Opera yang bergerak di bidang privasi dan performa, serta bisnis lisensi paten teknologi, sahamnya masih dikuasai oleh nHorizon yang merupakan perusahaan patungan antara Opera Software dan Telling Telecom.
Konsorsium juga tidak akan mengambil alih bisnis periklanan dan pemasaran, TV, dan aplikasi permainan.
"Penyelesaiaan transaksi diperkirakan pada paruh kedua kuartal ketiga 2016," bunyi pernyataan perusahaan tersebut.
Menurut Opera, kesepakatan yang telah direvisi itu telah disetujui dewan direksi. Add
as a preferred source on Google