Pokemon Go Akhirnya Rilis di 'Kampung Halaman'

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Jumat, 22/07/2016 13:01 WIB
Game Pokemon Go akhirnya menyambangi salah satu pasar game terbesar sekaligus 'kampung halamannya' sendiri, yakni Jepang. Ilustrasi Pokemon Go (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Game yang sedang diganderungi warga dunia akhirnya mendarat di 'kampung halamannya' sendiri. Pokemon Go resmi rilis di Jepang pada hari ini, (22/7).

Sejatinya Pokemon Go memang dikembangkan oleh Niantic Inc. yang bermarkas di San Francisco, Amerika Serikat. Namun game ini merupakan hasil kolaborasi Pokemon Company dan Nintendo yang melahirkan waralaba Pokemon dua dekade lalu.

Jepang menjadi negara 'jajahan' Pokemon Go ke-sekian setelah game berbasis augmented reality itu sudah lebih dulu hadir 30an negara seperti AS, Australia, Selandia Baru, dan kawasan Eropa.


"Semua orang di sini telah menanti Pokemon Go. Tidak akan diragukan lagi popularitas game ini juga akan mewabah di Jepang," ujar seorang analis Ace Research Institute, Hideki Yasuda.

Dari laporan portal berita Bloomberg, sebelum diluncurkan di Negeri Sakura, pimpinan sekretaris kabinet pemerintah setempat Yoshihide Suga sempat memperingkatkan para gamer agar memainkan Pokemon Go dengan aman.


Tak tanggung-tanggung, pemerintah di sana juga merilis panduan cara bermain Pokemon Go agar gamer tetap terjaga keselamatan dan keamanannya, mengingat banyak insiden tak terduga dari berbagai negara.

Salah satu poin yang dijabarkan adalah, pemerintah Jepang mengimbau agar gamer jangan terlalu lama berada di luar karena bisa terkena sinar Matahari di musim panas seperti sekarang, dan harus tetap waspada terhadap bencana alam yang bisa sewaktu-waktu melanda.

Di sisi lain, Nintendo dan McDonald's telah menjalin kerjasama khusus dan akan menjadikan 2.500 restoran di sana sebagai Pokestop, dan 400 lainnya sebagai PokeGym demi menyambut euforia game fenomenal ini. McDonald's di Jepang juga akan menjual menu makanan bertema Pokemon.

Niantic Inc. sebelumnya sudah menjanjikan akan merilis Pokemon Go di 200 negara lain setelah mereka memperkuat kapasitas servernya.

Memperkuat server menjadi syarat yang harus dilakukan Niantic agar Pokemon Go bisa menampung jumlah pengguna yang lebih besar, dan memastikan penggunanya mendapatkan pengalaman terbaik.

Pendiri dan CEO Niantic, John Hanke, sejauh ini masih menolak memberi waktu rinci peluncuran Pokemon Go ke negara lain.

Kabarnya setelah Jepang, target pasar selanjutnya adalah Korea Selatan, di mana pemakaian peta digital Google dibatasi karena masalah keamanan dengan Korea Utara. (tyo)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK