Rencana tersebut terkait dengan menurunnya penjualan ponsel Windows 10 dalam beberapa bulan terakhir. Meski belum memberikan konfirmasi terkait kabar ini, Microsoft diketahui mulai memberikan potongan harga yang cukup drastis untuk menghabiskan sisa stok yang ada.
Keempat ponsel yang didiskon yakni Lumia 550, Lumia 650, Lumia 950, dan Lumia 950 XL, yang ditujukan untuk segmen low-end, menengah, dan dua flagship melalui toko online maupun toko fisik milik Microsot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minimnya perubahan yang diboyong Lumia menjadi alasan bagi pengguna Android dan iOS untuk menolak 'hijrah' ke Windows Phone. Salah satu perubahan paling signifikan hanya ditemui pada Lumia 950 dan 950 XL yakni fitur Continuum yang menjadikan 'ponsel layaknya sebuah komputer dalam saku'.
Microsoft secara resmi mengakuisisi Nokia pada September 2013. Saat itu CEO Nokia Stephen Elop sepakat untuk melepas lini bisnis ponsel kepada Microsoft yang diwakili oleh CEO Steve Ballmer. Kesepakatan jual beli dengan mahar US$7,2 miliar atau setara Rp4,6 triliun rampung pada 25 April 2014.
Dalam kesepakatan tersebut Nokia tidak diizinkan untuk membuat produk seluler hingga akhir tahun 2016. Jelang berakhirnya perjanjian, perusahaan asal Finlandia itu diketahui siap kembali ke pasar perangkat pintar dengan menyiapkan sebuah tablet pintar. (evn)