Populasi Ikan Terus Turun Bisa Akibatkan Kepunahan Massal

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 19/09/2016 02:21 WIB
Populasi Ikan Terus Turun Bisa Akibatkan Kepunahan Massal Ilustrasi: Ikan pari. (HUBERT YANN/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penangkapan ikan yang berlebih mengancam kelesatarian kehidupan hayati bawah laut. Ahli paleobiologi dari Stanford University, Jonathan Payne, menyebut ancaman terbesar terjadi pada makhluk laut berukuran besar di skala yang tak pernah dilihat sebelumnya.

"Kami telah melihat ancaman kepunahan di lautan saat ini berkaitan erat dengan besarnya ukuran spesies," ucap Payne.

Dalam penelitian di Journal Science, keberlangsungan ekosistem laut disebut sangat terancam jika ikan besar menghilang.


"Ini sangat mungkin terjadi ketika manusia sering kali mengincar spesies ikan besar untuk kebutuhan konsumsi," tambah Payne.


Para peneliti percaya kepunahan bumi yang keenam kalinya tengah berjalan saat ini. Bila yang mereka percayai terbukti, proses kepunahan tersebut akan sangat berbeda dengan kepunahan yang diakibatkan hujan asteroid, erupsi vulkanik, atau bencana lain.

Kepunahan massal yang terjadi sebelumnya memakan waktu ribuan tahun hingga benar -benar berakhir. Sedangkan kepunahan keenam ini bisa jadi akan berlangsung sepanjang hidup umat manusia.

"Apa yang terjadi di lautan saat ini benar-benar berbeda dengan apa yang terjadi di masa lalu," ujar salah satu penulis penelitian yang juga berasal dari Stanford, Noel Heim.

Peneliti menggunakan database rekaman fosil untuk menyelidiki kaitan antara ancaman kepunahan dengan berbagai variabel seperti ukuran tubuh dari 2.500 moluska dan vertebrata yang hidup 445 juta sampai 500 juta tahun silam.

"Analisis kami menunjukkan semakin besar massa tubuh, tingkat ancaman kepunahan juga naik. Semakin besar ukurannya, lebih tinggi kemungkinan punahnya," ungkap Payne.


Pemanasan global yang kerap dituding ancaman nomor satu kehidupan fauna laut, ternyata tidak begitu terbukti. Payne dan kolega menyebut ancaman sebenarnya bagi makhluk seperti hiu dan paus berasal dari penangkapan ikan yang berlebihan.

Ikan menyediakan 17 persen kebutuhan protein hewani untuk 7 miliar orang di dunia. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), ikan besar yang kerap berakhir di meja santap seperti tuna dan ikan todak saat ini telah berkurang 10 persen dari jumlah aslinya. Sedangkan 70 persen spesies ikan di dunia sudah sepenuhnya dieksploitasi.

Salah satu cara yang memungkinkan untuk memulihkan kondisi perikanan dunia adalah melarang kapal ikan komersial di perairan yang dilindungi. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, baru saja menetapkan cagar laut baru di lepas pantai samudera Atlantik, New England, yang berukuran hampir 13 ribu kilometer persegi. (adt)