Simulasi tersebut bernama "Mars 160", di mana tujuh ilmuwan dari enam negara berbeda menghabiskan waktu selama 160 hari di gurun pasir Utah dan kawasan Kanada yang mengarah ke Kutub Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya misi Mars bukan persoalan isolasi. Misi Mars tujuannya bukan mengirim manusia ke Planet Merah untuk tidak melakukan apa-apa dan melihat mereka jenuh," ujar Zubrin.
Lebih lanjut, pihak Mars Society juga menjelaskan, kru tersebut akan menjalankan program eksplorasi geologis berkelanjutan, paleontologis, dan mikro-biologis.
"Semuanya dilakukan tentunya di dalam kondisi yang mirip dengan Mars," tutur juru bicara Mars Society.
Kru ilmuwan juga akan membawa riset teknis yang berkaitan dengan kondisi di Mars, menguji coba biomedis, teknologi seragam antariksa, hingga pelatihan astronaut yang berkenaan adaptasi habitat.
Melalui akun Twitter @TheMarsSociety, organisasi itu memamerkan foto kru yang sedang berpose di depan stasiun riset di gurun pasir Utah.
(tyo/tyo)