Ilmuwan Mulai Lakukan Simulasi Hidup di Mars

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 26/09/2016 13:32 WIB
Ilmuwan Mulai Lakukan Simulasi Hidup di Mars Ilustrasi Planet Mars (MR1805/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi nirlaba Mars Society yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat telah memulai misi simulasi Mars di Utah, akhir pekan lalu.

Simulasi tersebut bernama "Mars 160", di mana tujuh ilmuwan dari enam negara berbeda menghabiskan waktu selama 160 hari di gurun pasir Utah dan kawasan Kanada yang mengarah ke Kutub Utara.

Sejatinya, durasi 160 hari tersebut dibagi menjadi dua, yakni 80 hari di Mars Desert Research Station di Utah dan 80 hari sisanya di lingkungan Kutub Utara. Simulasi pertama dari Mars Society itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manusia tentang bagaimana mengeksplorasi permukaan Mars.


Presiden Mars Society Robert Zubrin kepada Space.com mengatakan, simulasi tersebut sifatnya bukan untuk 'mengurung' kru yang menjalaninya.

"Menurut saya misi Mars bukan persoalan isolasi. Misi Mars tujuannya bukan mengirim manusia ke Planet Merah untuk tidak melakukan apa-apa dan melihat mereka jenuh," ujar Zubrin.

Ia melanjutkan, "misi Mars adalah mengirim manusia ke sana dan melakukan penelitian program agresif dalam bidang eksplorasi."

Lebih lanjut, pihak Mars Society juga menjelaskan, kru tersebut akan menjalankan program eksplorasi geologis berkelanjutan, paleontologis, dan mikro-biologis.

"Semuanya dilakukan tentunya di dalam kondisi yang mirip dengan Mars," tutur juru bicara Mars Society.

Kru ilmuwan juga akan membawa riset teknis yang berkaitan dengan kondisi di Mars, menguji coba biomedis, teknologi seragam antariksa, hingga pelatihan astronaut yang berkenaan adaptasi habitat.

Melalui akun Twitter @TheMarsSociety, organisasi itu memamerkan foto kru yang sedang berpose di depan stasiun riset di gurun pasir Utah.

(tyo/tyo)