China Siap Operasikan Teleskop Raksasa Pemburu Alien

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Selasa, 27/09/2016 05:59 WIB
China Siap Operasikan Teleskop Raksasa Pemburu Alien Ilustrasi binocular (cocoparisienne/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- China memastikan akan mulai mengoperasikan teleskop radio raksasa pertama pada Minggu (25/9).

Teleskop radio bernama Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescop (FAST) akhirnya rampung pada Juli lalu setelah melalui proses usulan dan perakitan selama 17 tahun terakhir.

Jauh sebelum mencetuskan ide pembangunan teleskop, pemerintah China melakukan pengamatan menggunakan fasilitas pengamatan di luar negeri.


Sesuai namanya, FAST memiliki diameter mencapai 500 meter dan diletakkan di daerah pegunungan di Provinsi Guizho, China. Ukuran jumbonya mengalahkan rekor teleskop Arecibo Observatory di Puerto Rico yang selama ini menjadi teleskop terbesar dengan diameter 195 meter.
Mengutip CNet, pemerintah China menghabiskan dana hingga US$180 juta atau Rp2,3 triliun untuk merampungkan proyek pembangunan teleskop.

Bukan hanya itu, pemerintah juga terpaksa meminta 9 ribu warganya yang bermukim di dekat area tersebut untuk mengungsi ke daerah dengan radius minimal 4,8km dari FAST. Pemerintah menganggarkan biaya US$269 juta atau Rp3,5 triliun untuk relokasi penduduk.

Teleskop radio Fast-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (dok.Xinhua)
Hal itu dilakukan untuk mendapatkan suasana hening saat mengeksplorasi molekul antarbintang dan sinyal komunikasi antarbintang ketika dilihat melalui teleskop.

Sekedar ilustrasi, luas ruang teleskop FAST setara dengan 30 ukuran lapangan sepak bola. Di dalam teleskop terdapan 4.450 panel yang masing-masing panel memiliki panjang 11 meter.

CNBC mengibaratkan FAST layaknya sebuah telinga yang super sensitif untuk mendengar pesan, meskipun pesan itu berasal dari luar angkasa dan sangat lemah. Peneliti dari National Astronomical Observation, Qian Lei mengatakan teleskop FAST dalam sebuah pengujian mampu mendeteksi gelombang radio dari jarak 1.351 tahun cahaya dari Bumi.

Pada dasarnya, FAST memiliki fungsi yang sama dengan teleskop radi di negara lain yakni mempelajari molekul antarbintang dan mempelajari bagaiamana galaksi berkembang. Tetapi para ilmuwan memastikan akan mencari potensi lain terutama mengenai kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.

"FAST berpotensi mengungkap adanya kehidupan lain di luar Bumi, seperti mengungkap teka-teki keberadaan alien dan melihat adanya kehidupan di sebuah planet gelap yang kemungkinannya lima hingga 10 kali lebih akurat dibandingkan peralatn yang digunakan saat ini," kata Deputi Project Managet Teleskop China, Peng Bo seperti dilansir kantor berita Xinhua.