Teleskop radio bernama Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescop (FAST) akhirnya rampung pada Juli lalu setelah melalui proses usulan dan perakitan selama 17 tahun terakhir.
Jauh sebelum mencetuskan ide pembangunan teleskop, pemerintah China melakukan pengamatan menggunakan fasilitas pengamatan di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya itu, pemerintah juga terpaksa meminta 9 ribu warganya yang bermukim di dekat area tersebut untuk mengungsi ke daerah dengan radius minimal 4,8km dari FAST. Pemerintah menganggarkan biaya US$269 juta atau Rp3,5 triliun untuk relokasi penduduk.
Teleskop radio Fast-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (dok.Xinhua) |
Sekedar ilustrasi, luas ruang teleskop FAST setara dengan 30 ukuran lapangan sepak bola. Di dalam teleskop terdapan 4.450 panel yang masing-masing panel memiliki panjang 11 meter.
Pada dasarnya, FAST memiliki fungsi yang sama dengan teleskop radi di negara lain yakni mempelajari molekul antarbintang dan mempelajari bagaiamana galaksi berkembang. Tetapi para ilmuwan memastikan akan mencari potensi lain terutama mengenai kemungkinan adanya kehidupan di luar Bumi.
"FAST berpotensi mengungkap adanya kehidupan lain di luar Bumi, seperti mengungkap teka-teki keberadaan alien dan melihat adanya kehidupan di sebuah planet gelap yang kemungkinannya lima hingga 10 kali lebih akurat dibandingkan peralatn yang digunakan saat ini," kata Deputi Project Managet Teleskop China, Peng Bo seperti dilansir kantor berita Xinhua.
Teleskop radio Fast-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (dok.Xinhua)