Manajemen Gojek Bersikeras Gunakan Sistem Penilaian Baru

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 03/10/2016 19:11 WIB
Manajemen Gojek Bersikeras Gunakan Sistem Penilaian Baru Sejumlah pengemudik Gojek membubarkan diri usai menyampaikan pendapatnya di Balaikota, Jakarta, Senin, 3 Oktober 2016. (CNN Indonesia/Djonet Sugirto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Supervisor divisi operasional Gojek, Arno Tse, angkat bicara mengenai demonstrasi ratusan mitra pengemudi di depan kantor pusat Gojek di Kemang, Jakarta, pada Senin sore (3/10).

"Saat ini kami mendapat banyak keluhan terkait penyelesaian order dari pelanggan. Kepuasan pelanggan menjadi kunci untuk meningkatkan pendapatan mitra-mitra driver kita," tutur Arno kepada pewarta.

Menurut Arno setiap kebijakan yang dibuat sesuai dengan nilai-nilai yang dianut Gojek, salah duanya adalah kesejahteraan mitra dan kepuasan pelanggan.


Pernyataan resmi Gojek tersebut keluar setelah massa sudah membubarkan diri. Selama unjuk rasa yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 16.00, startup raksasa Indonesia ini tak merespon aksi massa yang meminta pihak manajemen Gojek turun untuk berdialog secara terbuka.

Mereka menilai permintaan tersebut terlalu berisiko untuk dipenuhi mengingat kericuhan sempat beberapa kali terjadi. Itu sebabnya selama demonstrasi berlangsung mereka tak mau menanggapi apa pun.

Nadiem Makarim selaku pendiri dan CEO Gojek yang diharapkan datang juga tak menampakkan batang hidungnya karena sedang berada di Malaysia.

Dalam pernyataan resmi tadi, Arno juga menyampaikan tuntutan pengemudi akan dinegosiasikan bersama esok hari di Polda Metro Jaya.

"Hasilnya belum ada. Besok keputusannya dibicarakan dengan Pak Nadiem di Polda Metro Jaya," tutur Mursalim.

Mursalim (36) adalah salah satu dari 20 pengemudi Gojek yang terpilih mewakili massa dalam diskusi dengan manajemen Gojek tadi sore. Pria yang mewakili pengemudi Gojek asal Jakarta Barat ini tergabung dengan perwakilan pengemudi dari berbagai wilayah Jabodetabek dalam musyawarah singkat dengan manajemen.

Agenda tuntutan dalam negosiasi di Polda Metro Jaya masih sama dengan agenda demonstrasi hari ini yaitu penghapusan sistem penilaian performa yang merugikan pengemudi. (pit/pit)