Menurut laporan New York Post yang mengutip sejumlah sumber, Verizon meminta keringanan harga ini setelah muncul beberapa kabar buruk tentang Yahoo dalam beberapa pekan terakhir.
September lalu Yahoo mengatakan sedikitnya 500 juta akun email telah diretas pada 2014 oleh kelompok yang disponsori oleh negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Yahoo Akui 500 Juta Akun Dibobol Peretas |
Pada bulan Juli, Verizon sepakat untuk membeli bisnis inti Yahoo berupa sejumlah produk Internet, seperti mesin pencari, media, dan Yahoo Mail.
Namun, penjualan ini tidak termasuk kepemilikan saham Yahoo Inc sebesar 15 persen di perusahaan e-commerce Alibaba Group Holding asal China, 35,5 persen kepemilikan saham di Yahoo Jepang, investasi minoritas tertentu, dan paten non-inti milik Yahoo.
Lihat juga:Momen Penting 21 Tahun Perjalanan Yahoo |
Verizon yang beroperasi di Amerika Serikat, dalam beberapa tahun terakhir ini berusaha mencari sumber pendapatan baru dari iklan digital di tengah pasar telekomunikasi nirkabel yang jenuh.
Verizon bisa memanfaatkan data pengguna AOL dan Yahoo kepada lebih dari 100 juta pelanggan telekomunikasi nirkabelnya untuk menyalurkan iklan digital berdasarkan perilaku dan preferensi online. (adt)