Ingin Seperti Alibaba, Indonesia@ccess Targetkan IPO 3 Tahun

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 12/10/2016 10:44 WIB
Ingin Seperti Alibaba, Indonesia@ccess Targetkan IPO 3 Tahun Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Agus Muharam bersama CEO PT. Valdo Investama Reza V. Maspaitella, saat peluncuran platform digital Indonesi@ccess di Jakarta, Selasa (11/10). (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski platform Indonesia@ccess baru masuki pasar sektor ekonomi digital Indonesia pada Oktober 2016, PT Valdo Investama selaku penggagasnya memasang ambisi besar dalam hitungan tiga tahun ke depan.

Indonesia@ccess menjadi 'rumah solusi' yang menaungi berbagai macam layanan, mulai dari pariwisata, akses teknologi, hingga pembinaan bagi UKM.

Presiden dan CEO Valdo Investama Reza V. Maspaitella kerap mengatakan bahwa pihaknya berambisi membuat "Alibaba versi Indonesia" melalui Indonesia@ccess.


"Indonesia memang sudah punya banyak pemain besar seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain. Namun kami ingin membuat sebuah platform yang bisa menjadi kebanggaan bersama masyarakat Tanah Air," ujarnya saat ditemui sejumlah media usai peluncuran layanan di Jakarta, kemarin (11/10).


Salah satu ambisi besarnya adalah menjadikan Indonesia@ccess sebagai perusahaan publik dengan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

"Rencananya IPO ini akan dilakukan tiga tahun ke depan. Ini penting agar setidaknya platform besar lokal seperti Indonesia@ccess tidak dimiliki oleh satu perusahaan saja, tetapi milik bersama masyarakat Indonesia," lanjutnya.

Selain itu, Reza juga mempercayakan pada pengembangan embrio komunitas di tiap layanan yang dinaungi Indonesia@ccess.

Contohnya pada layanan edukasi, Indonesia@ccess merangkul sejumlah sekolah dan pendidik untuk saling berbagi kurikulum. Dari situ nantinya akan tercipta semacam komunitas antara penyedia kurikulum dengan para pengguna.

Kemudian untuk pembinaan UKM, Indonesia@ccess menyediakan inkubasi khusus dalam bentuk klinik. Di sana, mitra pelaku UKM bakal diberi asupan edukasi soal proses produksi, keuangan dan pendanaan, hingga branding.


"Embrio komunitas ini juga menjadi esensi penting dari Indonesia@ccess sebagai platform besar, karena kami seperti rumah dan tiap layanan ini adalah kamar-kamarnya," Reza menjelaskan.

Kembali ke rencana IPO, Reza belum bisa memasang target berapa nilai perusahaan yang akan dihasilkan dari penjualan saham ke publik. Pun begitu dengan prediksi harga sahamnya. Masih terlalu dini, kata dia.

Lantas mengapa tiga tahun? Reza menyadari betul bahwa IPO itu sangatlah agresif. Namun kembali lagi, menurutnya jika tidak memasang deadline seperti itu, platform Indonesia@ccess tidak akan ada acuan untuk maju.

"Kalau tidak ada target besar, kami tidak punya acuan untuk bekerja keras dan berinovasi. Kalau memang molor, paling tidak empat tahun, tidak mungkin sampai 10 tahun. Jadi penting sifatnya untuk memasang target tiga tahun IPO. Semoga tercapai," jelasnya. (evn)