Astrid, Perempuan di Balik Aplikasi Pemanggil Jasa Reparasi

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 03/10/2016 08:59 WIB
Astrid, Perempuan di Balik Aplikasi Pemanggil Jasa Reparasi Pendiri dan CEO aplikasi KlikTukang, Astrid Wibisono (CNN Indonesia/ Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berangkat dari 'perkara' pendingin ruangan rumahnya rusak dan sulit menemukan jasa reparasi, Astrid Wibisono tergerak membangun bisnis rintisan KlikTukang.

Perempuan ini bercerita mengenai asal mula ia mengembangkan layanan KlikTukang berbasis aplikasi mobile. 'Modalnya' hanya dari pengalaman pribadi saja, katanya.

"Suatu hari saya sedang duduk-duduk di rumah, lalu sadar kok AC (air conditioner) kurang dingin," kisahnya. "Mencari tukang atau jasa reparasi yang berkualitas itu tidak mudah kalau tidak ada rekomendasi. Saya lalu iseng minta tolong teman yang jago IT untuk buat aplikasi mobile."


Aplikasi mobile yang dikembangkan tersebut kemudian dilabeli KlikTukang yang tak lain memang bertujuan untuk memanggil jasa reparasi langsung ke rumah yang sifatnya on-demand seperti layanan tukang ojek dari Gojek dan Grab.

Perdana dirilis pada Juli kemarin, KlikTukang saat ini masih fokus menjalin kemitraan dengan perusahaan penyedia layanan reparasi di kawasan Jabodatabek. Dengan kata lain, mitra tukang yang bergabung di KlikTukang bukan individual, melainkan masih rekanan perusahaan penyedia layanan tersebut.

Tercatat ada 86 perusahaan dengan sekitar 300an teknisi yang telah bermitra dengan KlikTukang.

"Tujuan awal kami mengedepankan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna, caranya dengan menyediakan mitra teknisi yang sudah terjamin kualitas dan jasanya dari pool reliable service provider. Ke depannya akan ada rencana merekrut tukang lepasan juga untuk menambah vendor," sambung Astrid yang menjabat sebagai CEO kepada CNNIndonesia.com.

Sama seperti aplikasi mobile on-demand pada umumnya, pengguna tinggal mengunduh aplikasi KlikTukang di platform Google Play Store atau Apple App Store. Kemudian untuk melakukan pemesanan jasa, memasukkan alamat rumah dan memilih jasa yang dibutuhkan.

Dijelaskan Astrid, berbeda dengan layanan Gojek yang satu arah --pesanan langsung diambil oleh mitra ojek dan si pengguna tinggal menunggu-- KlikTukang bakal memberi beberapa opsi mitra tukang kepada pengguna yang berminat mengambil order tersebut.

"Opsi beberapa tukang yang berminat mengambil pesanan itu akan muncul di aplikasi, gunanya adalah memberi pilihan ke pengguna mau mengambil jasa yang mana. Di sana akan ada rate mereka dan kisaran harga," tutur Astrid.

Ya, soal biaya jasa KlikTukang menerapkan sistem kisaran berdasarkan tarif umum yang berlaku di pasaran. Misalnya, servis AC berkisar dari Rp200 ribu hingga Rp275 ribu, maka rentang harga tersebut yang akan ditampilkan di aplikasi.

"Nah para tukang sendiri memasang harga jasa mereka masing-masing yang tidak boleh melebihi batas yang telah ditentukan. Inilah opsi yang ingin kita berikan secara bebas kepada pengguna untuk menentukan sendiri tukang mana yang ingin diterima jasanya," terangnya.

Saat mereka melakukan pemesanan, nantinya muncul booking fee alias biaya order. Dari situlah pendapatan KlikTukang, kata Astrid.

KlikTukang menjadi satu di antara startup lokal yang akan diboyong Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk mengikuti kompetisi di ajang Internasional Startup Istanbul pada 6-10 Oktober mendatang.

Sekadar diketahui, sejak diluncurkan ke publik KlikTukang telah memperoleh pengguna terdaftar sebanyak 6.000. Sementara jasa reparasi yang disediakan sejauh ini melingkupi servis AC, listrik, perpipaan, dan perkakas.

Pada Juni lalu, KlikTukang mendapat kucuran dana segar Seri A dari PT Reliance Modal Ventura (RMV). Dikatakan Astrid, RMV berkomitmen meneruskan investasi Seri B pada April 2017. (evn)