UKM Kota Kudus Siap Go Digital

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Sabtu, 19/11/2016 07:15 WIB
“Era digital memberikan ruang begitu luas bagi UKM untuk berkembang menuju pasar global, ternyata belum secara maksimal. Salah satu UKM Kudus yang mengikuti pameran (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada tahun 2020, Indonesia menargetkan mencetak 1.000 digital technopreneur, 1 juta petani dan nelayan go digital, serta 8 juta UKM go digital.

UKM berkontribusi 58 persen terhadap PDB nasional setiap tahun, namun sayangnya hanya 5 persen yang sudah go digital dari sekitar 56 juta UKM di Indonesia. Padahal pemerintah juga akan membuat ekosistem di UKM, melalui Kominfo yang menjanjikan 1 juta hosting co.id untuk seluruh UKM secara gratis.

Hal ini yang coba didorong oleh Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mendorong para UKM bisa segera go digital.


“Era digital memberikan ruang begitu luas bagi UKM untuk berkembang menuju pasar global, belum secara maksimal dimanfaatkan untuk kepentingan promosi dan pemasaran,” ujar Bupati Kudus Musthofa, melalui keterangan resminya.

Karena itu lah masing-masing provinsi di Indonesia bekerja sama dengan beberapa stakeholder dan KUKM (Koperasi Usaha Kecil dan Menengah) Indonesia menggalakkan semangat kampanye UKM untuk Go Digital, agar mereka dapat melebarkan pangsa pasar, membuka link baru dan memanfaatkan media sosial untuk pemasaran.

“Salah satunya yang saat ini digiatkan oleh kota Kudus, Jawa Tengah, tidak saja melalui pameran tapi juga melalui pemberdayaan UKM agar pelaku UKM lokal siap go digital,” tambah dia.

Nantinya diharapkan para pelaku UKM dapat mengembangkan strategi pemasaran, yang semula hanya dilakukan secara konvensional, dapat diperluas lagi dengan memanfaatkn fasilitas internet untuk berjualan secara online, untuk merengkuh konsumen mitra bisnis yang lebih luas di ranah digital.

Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, UKM kota Kudus pun diarahkan agar dapat memanfaatkan teknologi digital untuk berkembanng dan membuka pasar lebih luas lagi.

Sehingga dengan adanya pemberdayaan UKM yang siap melek digital ini, diharapkan para pelaku UKM dapat mengembangkan strategi pemasaran, yang semula hanya dilakukan secara konvensional, dapat diperluas lagi dengan memanfaatkn fasilitas internet untuk berjualan secara online, untuk merengkuh konsumen mitra bisnis yang lebih luas di ranah digital.

(tyo)