Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Abdur Rohim Boy Berawi menjelaskan program yang bertajuk Coding Mom merupakan pelatihan pemrograman bahasa komputer yang sengaja ditujukan untuk ibu rumah tangga.
Sejak diluncurkan pada Februari tahun ini, program Coding Mom sudah menyambangi tujuh kota antara lain Bandung, Bogor, Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan Makassar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memperluas cakupan program, beberapa pekan lalu Bekraf baru saja menyepakati kerjasama dengan Departemen Tenaga Kerja dan Kementerian Luar Negeri untuk membawa program Coding Mom kepada pekerja perempuan di luar negeri.
Rencananya, tahun ini program tersebut akan diboyong ke tiga besar negara dengan jumlah TKW lumayan besar.
Sebagai langkah awal, Ricky mengatakan akan membuka kelas yang ditargetkan bisa menjangkau 250 tenaga kerja perempuan di Singapura.
Untuk program pelatihan sendiri rencananya akan mulai dibuka pada Januari 2017 dengan satu hingga dua kelas yang disesuaikan minat dan potensi tenaga kerja di masing-masing negara.
"Harapannya nanti mereka tidak lagi bekerja cari uang ke luar negeri. Saat kembali ke Indonesia ada kemampuan lain yang bisa mendukung kemandirian mereka, bisa coding dari kampung halaman tanpa perlu jauh dari keluarga," kata Ricky lagi.
Mengenai akses permodalan, Fadjar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Bekraf mengatakan hal tersebut justru bukan menjadi satu masalah besar bagi para TKW di luar negeri. Terlebih lembaga pemerintahan nonkemeneterian ini juga sedang menyiapkan program pengelolaan keuangan untuk TKW di Hong Kong.
"Menariknya, ada pekerja yang sudah bekerja lima hingga 10 tahun di Hong Kong. Mereka sudah mengerti sekali keinginan masyarakat di sana, kalau ada keterampilan tambahan kan bisa sangat bermanfaat," tutup pria yang disapa Tommy.
(evn/tyo)