Kaum Dermawan Mulai Lirik Startup

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Selasa, 08/11/2016 10:03 WIB
Kaum Dermawan Mulai Lirik Startup Bekraf Startup Pitch Day yang diadakan di Sanur, Bali, 5-6 November 2016. (CNN Indonesia/Ervina Anggraini)
Bali, CNN Indonesia -- Perkembangan startup di Indonesia memang sedang bangkit. Industri ini diproyeksikan bakal mendapat sokongan dana dari filantropi alias para dermawan Tanah Air.

Executive Board Perhimpunan Filantropi Indonesia Timotheus Lesmana mengatakan filantropi berencana menjadi pemodal ventura bagi startup yang membutuhkan dana.

Bukan tanpa alasan, menurutnya besarnya dana yang masuk menjadikan kelompok filantropi harus bijak dalam mengelolanya.


Di tahun 2014, perhimpunan tersebut mencatat ada Rp12,5 triliun dana yang masuk dari kelompok filantropi.


"Kami ingin ubah konsep dari memberi menjadi investasi yang bisa memberi pengaruh. Banyak filantropi Indonesia yang memilih memberi bantuan ke negara lain karena belum paham betul konsep mendonorkan untuk startup," ucap Tim kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di acara Startup Pitch Day di Sanur, Bali.

Hal tersebut dikatakan akan menjadi tugas perhimpunan filantropi untuk mengajak kalangan dermawan berbagi tanpa harus menunggu kaya.
 
Sekadar gambaran, diaspora komunitas filantropi Indonesia di Amerika Serikat berhasil mengumpulkan dana sebesar US$3 juta pada tahun 2014.

Dengan estimasi per orang mendonorkan dana sebesar Rp320 ribu per tahun, Tim mengaku optimis angka yang bisa dikumpulkan melampaui nilai yang dikumpulkan diaspora Indonesia di AS.

Filantropi kerap dianggap dengan orang-orang dermawan yang identik dengan kalangan orang elit yang suka memberi dan ingin mengubah orang menjadi lebih baik.

Sejauh ini, uang yang terkumpul biasanya dimanfaatkan untuk pemberian bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.


"Pemberian donor kerap membuat ketergantungan, kami ingin dana yang terkumpul bisa bermanfaat. Agar tidak ada kesalahpahaman, nantinya ada pilihan bagi pendonor yang bersedia kalau uangnya dipakai untuk mendanai startup," ucapnya.

Perkumpulan Filantropi mencatat ada tiga fokus filantropi di Indonesia, yakni yayasan keluarga, selebritis, dan konglomerat, filantropi keluarga, dan ketiga filantropi perusahaan dan komunitas (seperti Yayasan Bunda Suci dan Dompet Amal).

Rencananya, awal Oktober nanti Perhimpunan Filantropi Indonesia akan memulai mengumpulkan dana untuk mendukung startup khususnya yang fokus di bidang seni, budaya, dan pertunjukkan.

"Kami melihat sedikit sekali orang yang bersedia memberikam dana awal untuk desain grafis dan produksi film. Filantropi diharapkan bisa menjadi alternatif pembiayaan untuk startup," pungkasnya. (hnf/tyo)