Tanda Tangan Digital Didorong untuk Transaksi Daring

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 01/12/2016 20:08 WIB
Tanda Tangan Digital Didorong untuk Transaksi Daring Ilustrasi belanja daring. (Foto: Thinkstock/Bet_Noire)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemajuan teknologi mendorong pemerintah untuk memanfaatkan tanda tangan digital dalam transaksi daring.

Direktorat Teknologi Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Riki Arif Gunawan mengatakan, tanda tangan digital akan didorong untuk menggantikan proses verifikasi dokumen secara manual.

"Kedepannya tidak ada lagi tanda tangan di atas kertas seperti biasa. Proses otentifikasi akan dipindah ke format digital," katanya saat ditemui di acara Seminar dan Workshop Pemanfaatan Tanda Tangan Digital di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (1/12).



Dijelaskan jika penggunaan tanda tangan digital akan lebih ditujukan untuk kegiatan transaksi daring, misalnya belanja di e-commerce.

Dengan tanda tangan digital, menurutnya pengguna tidak perlu repot melakukan langkah satu per satu untuk mendaftarkan diri.

"Anda langsung unduh saja file unik itu, karena dia kan bekerja sebagai identitas pribadi dalam bentuk digital," katanya.

Selain itu, tanda tangan digital juga diyakini bakal lebih terjamin dari sisi transparansi.

"Kalau pakai tanda tangan digital nanti pengguna akan mendapat slip transaksi sebagai bukti. Jadi nilai transaksi lebih berintegritas," Riki menjelaskan.


Kemudian tanda tangan digital juga berperan dalam mengamankan email yang rentan dipalsukan oleh orang lain.

Di masa depan, tanda tangan digital bakal terpampang sebagai signature pengguna yang letaknya berada di bawah email.

"Jadi ketahuan itu pemilik emailnya siapa," imbuh Riki.

Pemerintah berencana meluncurkan teknologi tanda tangan digital ini pada kuartal kedua 2017 mendatang. (evn)