Layanan Streaming Salip Penjualan Musik Digital

Ervina Anggraini | CNN Indonesia
Sabtu, 07 Jan 2017 00:01 WIB
Dalam laporan Nielsen Music diketahui layanan streaming tumbuh 38 persen dari total konsumsi musik dibanding periode yang sama setahun sebelumnya. Nielsen mencatat layanan streaming musik tumbuh secara masif di tahun 2016. (Foto: CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Popularitas layanan streaming musik dalam beberapa bulan terakhir kian masif di dunia.

Lembaga riset Nielsen mencatat untuk pertama kalinya pendapatan layanan streaming musik di AS berhasil menyalip penjualan musik secara digital.

Hasil riset ini membuktikan adanya pergeseran di tengah konsumen dalam menikmati layanan musik. Sebelumnya penikmat musik di AS kerap memanfaatkan layanan pemutar musik digital seperti iTunes sebagai pengganti pemutar musik konvensional.

Wakil Presiden senior Nielsen untuk pemelitian industri musik, David Bakula mengatakan penjualan musik digital menurun jauh lebih cepat ketimbang penjualan fisik.


"Tahun 2016 menunjukkan bahwa lanskap industri musik mengalami perkembangan yang lebih cepat dibandingkan pergeseran dari format lain," ungkap Bakula seperti dilansir CNet.

Dalam laporan tersebut Nielsen mencatat peralihan dari CD ke digital membutuhkan waktu lebih lama ketimbang transformasi dari digital ke layanan streaming.


Tahun lalu layanan streaming musik tumbuh 38 persen dari total konsumsi musik dibanding periode yang sama setahun sebelumnya.

Layanan pemutar musik digital sendiri mulai mengalami popularitas seiring dengan mulai ditinggalkannya kaset dan compact disc (CD). (evn/evn)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER