Samsung: Baterai jadi Penyebab Utama Masalah Galaxy Note 7

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 16/01/2017 13:30 WIB
Samsung: Baterai jadi Penyebab Utama Masalah Galaxy Note 7 Samsung mendapatkan kesimpulan akhir berupa cacat baterai jadi penyebab utama insiden ledakan Galaxy Note 7. (Foto: George Frey/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Samsung memastikan akan memenuhi janji untuk mengungkap penyebab utama ledakan pada Galaxy Note 7 di awal tahun 2017.

Proses investigasi nampaknya mulai menemukan kesimpulan akhir. Seperti yang diduga bayak pihak sebelumnya, baterai diketahui menjadi penyebab utama insiden ledakan pada Galaxy Note 7.

Kesimpulan tersebut didapat dari seorang sumber terdekat kepada Reuters, yang mengatakan, penyelidikan telah menemukan titik akhir pada kesimpulan baterai jadi penyebab utama ledakan.


Sejumlah investor dan analis mendesak Samsung untuk segera memberikan penjelasan rinci terkait hasil penyelidikannya tersebut. Hal ini untuk mencegah adanya pengaruh lebih jauh dan terulangnya kejadian serupa hingga bisa menurunkan kepercayaan pengguna.

"Mereka (Samsung) harus memastikan bahwa mereka bisa meyakinkan konsumen dan krisis ini bisa segera berakhir untuk membersihkan nama perusahaan," kata Bryan Ma, analis IDC Singapura.

Menanggapi masukan dari investor dan analis, Samsung diperkirakan akan mengungkap hasil penyelidikan mereka pada 23 Januari atau sehari sebelum mereka mengumumkan laporan kuartal perusahaan.

Pihak perusahaan belum memastikan kapan akan mengungkap hasil penyelidikannya itu. Namun rencana Samsung untuk 'menebus dosa' dengan mempercepat kemunculan Galaxy S8 dinilai tepat oleh sejumlah kalangan.

Sebelum resmi menghentikan produksi dan pemasaran Galaxy Note 7, Samsung sempat menarik 2,5 juta unit ponsel pada September lalu. Perusahaan asal Korea Selatan ini kemudian melakukan identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab utama terjadinya ledakan.

Samsung sempat menyatakan salah satu pemasoknya merupakan 'dalang' di balik anomali baterai.

Bukan hanya melakukan pemeriksanaan pada komponen baterai, pada Oktober lalu penyelidikan juga dilakukan pada komponen hardware dan software. Pihak perusahaan juga sempat mengganteng pihak ketiga untuk menjaga independensi proses penyelidikan.

Meski begitu, Samsung memastikan pihaknya tidak akan mencatatkan penurunan pendapatan yang signifikan akibat insiden ini. Meski diprediksi akan mengalami penurunan profit dari lini bisnis ponsel, kenaikan permintaan chip memori dan dioda layar ponsel disebut akan menyelamatkan pendapatan perusahaan.