Lenovo, yang menjadi perusahaan induk Motorola, sebelumnya menempuh sektor perakitan semata untuk memenuhi kuota 20 persen TKDN di 2016.
Adrie R. Suhadi, Country Lead Lenovo Mobile Business Group Indonesia, mengungkapkan untuk tahun ini mereka menambah komponen perangkat lunak serta pusat riset dan pengembangan (R&D) buatan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun komposisi yang digunakan Lenovo untuk memenuhi persyaratan TKDN terbaru di Indonesia yakni 70 persen dari perakitan, 20 persen dari R&D, dan 10 persen dari perangkat lunak atau aplikasi.
Kedua ponsel itu sudah tersedia secara pre-order mulai 27 Januari hingga 5 Februari. Untuk rilis resmi ke pasar, Adrie belum bisa memastikan tanggal tepatnya.
Kendati tanggal rilis tak lama lagi, pemenuhan TKDN 30 persen dari Lenovo nampaknya belum rampung benar. Hal ini tercermin dari pernyataan Adrie di atas yang masih menggunakan kata 'yakin.'
Lenovo sendiri memanfaatkan pabriknya sendiri di Serang, Banten, untuk memproduksi ponsel Motorola.
Ponsel Motorola yang mereka hasilkan di pabrik itu mencapai 90 ribu per bulan. Moto E3 Power adalah ponsel pertama Motorola yang tembus ke pasar Indonesia di Oktober 2016 lalu. (evn)