Grab menjabarkan ambisinya di Indonesia dalam Master Plan 2020 'Grab4Indonesia'. Investasi setara Rp9,3 triliun itu disebut oleh co-founder sekaligus CEO Group Grab Anthony Tan akan dialihkan utamanya ke pembangunan pusat penelitian dan pengembangan (R&D).
"Master Plan ini menggarisbawahi komitmen kami untuk memajukan Asia Tenggara serta antusiasme kami terhadap peluang di Indonesia," kata Anthony di Jakarta, Kamis (2/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sektor terakhir, Grab ingin memperluas layanan pembayaran mobile yang mereka miliki dengan memperbanyak kerja sama di dalam negeri. Hingga saat ini Grab yang sudah punya GrabPay, telah menggandeng Mandiri lewat e-Cash dan Nobu Bank.
Mereka juga berniat merambah bisnis pembiayaan bagi mitra pengemudinya untuk memperoleh ponsel atau kendaraan bermotor. Namun untuk sektor ini, Grab belum memberi detail investasinya.
Investasi raksasa Grab ini mendapat sambutan dari pemerintah yang tengah menggebu-gebu menarik modal dari luar.
"Kita menghargai komitmen Grab untuk paar Indonesia," ujar Kepala BKPM Thomas Lembong di tempat yang sama.
Hal yang sama juga diutarakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Kendati demikian, Rudiantara sedikit menyentil Grab agar memperluas investasi di luar Jawa.
"Mungkin R&D Grab akan di Lippo Karawaci. Tapi saya memohon dengan hormat agar Grab berikutnya membangun R&D di luar Jawa," tutur Rudiantara.
Grab sendiri saat ini menyebut punya 630 ribu mitra pengemudi di enam negara mereka beroperasi. Sejak 2012, aplikasi Grab telah diunduh 33 juta kali.
Grab Indonesia turut mengklaim telah mengantongi pertumbuhan bisnis hingga 600 persen di layanan GrabCar dan GrabBike di 2016. (evn)