Kronologi Penunjukan dan Batalnya Badrodin Haiti di Grab

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 09:38 WIB
Kronologi Penunjukan dan Batalnya Badrodin Haiti di Grab Badrodin Haiti tetap menjadi Senior Advice di Grab Indonesia (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Secara mengejutkan Badrodin Haiti diumumkan sebagai Komisaris Utama Grab Indonesia, namun tak berselang lama kejutan lain dihembuskan kalau mantan Kapolri ini batal menjadi salah satu petinggi di perusahaan tinggi tersebut.

Kasak-kusuk yang beredar akhirnya membuat Grab Indonesia mengirimkan pernyataan mengenai ihwal ditunjuk hingga batalnya Badrodin menjadi Komisaris di perusahaan itu.

“Pada bulan November 2016, Grab Indonesia telah mengundang Bapak Badroin Haiti untuk bergabung di kepengurusan Grab Indonesia sebagai Komisaris Utama,” tulis keterangan yang diterima.


Setelah bersedia,  pengangkatan Badrodin Haiti sebagai Komisaris Utama oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Grab Indonesia dan juga mengumumkan kepada para pemangku kepentingan terkait.

Namun selang beberapa waktu pengumuman ke media,  Grab menjelaskan “Beberapa minggu sebelum Grab Indonesia mengumumkan pengangkatan Bapak Badrodin Haiti sebagai Komisaris Utama, Bapak Badrodin Haiti telah ditunjuk sebagai Presiden Komisaris PT Waskita Karya.”

Padahal ketentuan sehubungan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak membolehkan Direktur atau Komisaris BUMN untuk merangkap jabatan.

Berangkat dari aturan itu Grab Indon esia dan Badrodin Haiti akan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku dan sepakat untuk melakukan penyesuaian dan reposisi yang diperlukan.

“Karena keberadaan Grab Indonesia penting untuk mendukung ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan manfaat bagi konsumen transportasi modern, Bapak Badrodin Haiti secara pribadi akan tetap mendukung Grab Indonesia untuk maju dan semakin berkembang di Tanah Air sebagai Senior Advisor untuk Grab Indonesia,” tandas perusahaan berbasis di Malaysia itu.

Tak disebutkan apa tugas khususnya sebagai Senior Advice, karena di Komisaris Utama, Badrodin akan memantau dan menjaga tata kelola serta kelangsungan jangka panjang perusahaan melalui peran pengawasan terhadap kinerja dewan direksi.

Sebelum bergabung dengan Grab, Badrodin memangku jabatan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia sejak April 2015 sampai Juli 2016. Beliau juga menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian pada Maret 2014 hingga April 2015. Badrodin menyelesaikan pendidikannya di Akademi Kepolisian (AKPOL) pada 1982 dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1989.

Sebelum menduduki dua posisi teratas di Kepolisian Republik Indonesia, Badrodin pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah di empat provinsi yaitu Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Jawa Timur. (tyo)