Grab Akui Tak Tahu Badrodin Haiti Jabat Komisaris Waskita

Bintoro Agung Sugiharto, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 16:19 WIB
Grab Akui Tak Tahu Badrodin Haiti Jabat Komisaris Waskita Grab akhirnya memilih Badrodin Haiti sebagai penasihat senior, bukan presiden komisaris. (Foto: CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab Indonesia mengaku tak tahu sebelum menunjuk Badrodin Haiti sebagai presiden komisaris, ia telah menempati posisi serupa di tempat lain. Padahal saat itu kedua belah pihak sudah membuat kesepakatan resmi.

"Kami sama-sama setuju menunjuk beliau sebagai presiden komisaris saat itu. Hanya saja setelah penunjukkan itu, kami baru tahu kalau beliau sudah ditunjuk sebagai presiden komisaris Waskita," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat ditemui di Jakarta, Selasa (21/2).

Dari penuturan Ridzki, kesepakatan antara Grab dengan Badrodin dicapai pada November 2016. Penunjukkan mantan Kapolri itu juga sudah melewati rapat umum pemegang saham Grab Indonesia.



Seperti diketahui sebelumnya, Badrodin telah menempati jabatan presiden komisaris di PT Waskita Karya, badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi.

"Kedua belah pihak mempelajari ada peraturan yang membuatnya tidak memungkinkan karena ada peraturan yang baru saja berlaku yaitu posisi komisaris di BUMN tidak bisa merangkap jabatan," imbuh Ridzki.

Peraturan yang dimaksud Ridzki adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.06/2015 tentang Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi Perseroan di bawah Pembinaan dan Pengawasan Kementerian Keuangan, yang terbit pada 14 April 2015 dan diundangkan pada 16 April 2015.


Dalam peraturan itu disebutkan larangan anggota direksi BUMN merangkap jabatan di tubuh direksi dan komisaris BUMN atau perusahaan swasta.

Namun Ridzki menyatakan kandasnya penempatan Badrodin sebagai komisaris tidak menghentikan kerja sama mereka. Badrodin tetap dipilih sebagai penasihat senior perusahaan.

"Kami sepakat beliau mengambil peran itu," pungkas Ridzki.

Selanjutnya Ridzki berjanji keputusan mundur Badrodin sebagai presiden komisari akan diumumkan dalam RUPS. Sementara itu pihak Grab mengaku masih mencari dan belum menetapkan sosok pengganti Badrodin sebagai presiden komisaris. (evn/evn)