Startup Insight

Tantangan RedDorz 'Mengetuk' Pintu Konsumen Indonesia

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Jumat, 03/03/2017 09:08 WIB
Tantangan RedDorz 'Mengetuk' Pintu Konsumen Indonesia Co-Founder Reddoorz Amit Saberwal (Dok. RedDoorz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Startup platform penyedia layanan hotel budget, RedDorz, tak ingin main-main saat melakukan ekspansi di Indonesia. Bentuk negara kepulauan juga ternyata bukan penghalang dan malah jadi tantangan untuk mengetuk pintu konsumen di Tanah Air.

Asal tahu saja, RedDoors berhasil mendapatkan pendanaan pra-seri A dengan nilai US$ 1,4 juta pada awal tahun lalu. Itu belum termasuk, suntikan dana dari Jungle Ventures yang tak disebutkan jumlah nominalnya.

Salah satu bentuk investasi di Indonesia adalah dengan membuka jaringan di lima kota, yakni Jakarta, Bali, Bandung, Yogyakarta dan Medan.


“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik dengan ekonomi terbesar Asia Tenggara. Apa yang membedakannya dari beberapa pasar lain tumbuhnya kelas menengah, pola konsumsi domestik, kemauan untuk membeli barang online dan sistem pembayaran yang telah disesuaikan dengan kondisi setempat,” ujar Co-Founder Reddoorz Amit Saberwal, kepada CNNindonesia.com

Dia melihat e-commerce dan ekonomi digital berkembang di Indonesia sangat baik. Itu bisa dilihat dari tingkat eksponensial pertumbuhan didukung oleh jumlah modal ventura yang mengalir ke Indonesia

Indonesia memberikan peluang besar bagi e-commerce dan teknologi start-up di antara negara berkembang asia lainnya di belakang China dan India.

Ada beberapa perbedaan antara platform miliknya dengan layanan sejenis. Misalnya, Reddoorz menganut model bisnis bekerja sama dengan properti yang bersifat kecil dan independen, seperti di Ibis dan Holiday Inn Express, yang memiliki standar penginapan.

Hotel pun harus menawarkan layanan 24 jam dan Reddoorz memiliki program loyalitas berbentuk koin, disebut Red Cash.

Menurut Saberwal, ini cocok dengan profil pengguna layanan RedDoorz, yang kebanyakan berusia 24-29 tahun dan 50 persen diantaranya adalah pria serta suka last decision maker. Rata-rata transaksi antara US$35 sampai US$38.

“Kami menawarkan nila besar di keduanya-baik dari pelanggan maupun mitra hotel. Kami telah berhasil memberikan layanan prima dari proses pemesanan untuk pembayaran dan kemudian memberikan pengalaman tinggal yang nyaman

Tidak hanya itu, tim operasi RedDoorz terdiri dari Genaral Manager dan manajer senior lainnya dari industri perhotelan yang melatih dan meningkatkan mitra Hotel, membantu menawarkan pengalaman standar dan semua ini didukung oleh teknologi yang menjadi tulang punggung.

Karena teknologi juga, RedDoorz menyediakan dukungan end to end untuk sistem back end, yang tentu saja pas untuk meningkatkan mitra hotel mereka.

Lalu, apa fokus RedDoorz di Indonesia mendatang?

“Karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar, fokus kami adalah untuk juga memperluas kota bijaksana di Indonesia. Kami akan tumbuh di kota besar karena investasi yang kuat, membangun infrastruktur, orang, dan terus berinovasi untuk menambah nilai lebih kepada pelanggan kami di Indonesia," tandasnya. (tyo)