Bekraf Ajarkan 'Coding' untuk TKW di Luar Negeri

Elisa Valenta, CNN Indonesia | Sabtu, 25/03/2017 04:32 WIB
Bekraf Ajarkan 'Coding' untuk TKW di Luar Negeri Foto: CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyediakan fasilitas pelatihan bahasa pemograman komputer bagi ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh migran Indonesia.

Coding Mum luar negeri merupakan pelatihan bahasa pemrograman komputer dengan negara yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan ini diantaranya Singapura, Malaysia (Kuala Lumpur dan Johor), Hongkong, Taiwan, dan Arab Saudi (Madinah).

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengatakan, kegiatan Coding Mum bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan para buruh migran wanita, agar ketika pulang ke tanah air mereka bisa memulai bisnis online dengan cara membuat halaman web usaha mereka sendiri ataupun bekerja sebagai programmer. Multiplier effect yang mereka berikan adalah dapat menghasilkan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan baru.


“Buruh migran wanita itu angkatan kerja yang sangat potensial. Saya harapkan pelatihan ini semakin mempercepat efek bola salju pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat".

"Pada akhirnya, Coding Mum dapat menjadi sebuah gerakan nasional yang mampu mengatasi permasalahan tingginya kebutuhan tenaga programmer di Indonesia,” ujar Triawan, Jumat (24/3)

Untuk pelaksanaan Coding Mum di luar negeri, Bekraf telah bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT. Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space) dengan target peserta direncanakan sebanyak dua belas batch. Setiap batch akan diikuti 10-20 peserta dari buruh migran wanita yang terpilih melalui seleksi.

Dua belas batch terdiri dari Singapura dengan empat batch yang dimulai dari bulan Januari, Maret, Juli dan September 2017; dua batch di Hongkong akan dilakukan pada bulan April dan Juli 2017; satu batch di Madinah; dua batch di Taiwan rencananya akan dihelat pada bulan Juli dan September 2017; dua batch di Johor serta satu batch di Kuala Lumpur yang masing masing akan dimulai pada bulan Agustus 2017.

Kurikulum Coding Mum di Asia mewajibkan peserta melakukan pelatihan dalam delapan kali pertemuan. Targetnya peserta akan menguasai dasar-dasar Front End Designer aplikasi web, mengerti konsep arsitektur sebuah aplikasi web dan mampu mendesain sebuah halaman website.

Pelatihan ini dapat berkembang menjadi penguasaan terhadap developer HTML dan Javascript. Sehingga, para alumninya dapat mengembangkan karir sebagai programmer paruh waktu ataupun bekerja full time disebuah perusahaan.

Sebelum dilaksanakan pelatihan Coding Mum di Asia, sudah dilakukan sosialisasi dan Training of Trainer (ToT) terlebih dahulu. Sosialisasi bertujuan untuk mengumumkan rencana kegiatan, melakukan konsolidasi dengan perwakilan pemerintah di negara tersebut, merekrut calon mentor dan sekaligus menyeleksi calon peserta. Training of Trainer dimaksudkan untuk mempersiapkan para mentor yang akan menjadi pengajar di kelas Coding Mum. Para mentor diambil dari warga negara Indonesia yang tinggal di negara tempat pelaksanaan kegiatan. Pada tahun 2016, sosialisasi telah dilakukan di berbagai negara seperti Singapura, Hongkong dan Arab Saudi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya akan mensinergikan program Coding Mum dengan program Mandiri Sahabatku yang telah dilaksanakan sebelumnya di Hongkong, Malaysia, Korea dan Singapura. Dihelat sejak 2011, program Mandiri Sahabatku telah memberikan pelatihan berwirausaha kepada lebih dari 10,000 BMI.

“Selain seirama dengan program Mandiri Sahabatku, antusias kami dalam mendukung program ini juga didorong oleh komitmen perseroan untuk terlibat dalam berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun negeri,” ungkap Kartika.