2019, Bekraf Targetkan Startup Serap 12 Juta Tenaga Kerja

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Minggu, 06/11/2016 12:59 WIB
2019, Bekraf Targetkan Startup Serap 12 Juta Tenaga Kerja Abdur Rohim Boy Berawi (Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan, Badan Ekonomi Kreatif), Ricky Joseph Pesik (Wakil Kepala Bekraf) dan Fadjar Hutomo (Deputi Akses Permodalan, Badan Ekonomi Kreatif) (Foto: CNN Indonesia/Ervina Anggraini)
Bali, CNN Indonesia -- Target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara mendorong kemunculan usaha rintisan (startup) dalam waktu kurang dari lima tahun terakhir.

Data yang dilis Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat hingga akhir tahun 2014 nilai transaksi e-commerce telah mencapai US$12 miliar dan meningkat hingga US$19 miliar di akhir 2015.

Selain meningkatkan angka transaksi, kemunculan startup baru diharapkan juga mampu menjadi peluang kerja baru.

Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Abdur Rohim Boy Berawi memprediksi di akan ada 12 juta tenaga kerja yang siap diserap pelaku startup di Indonesia.


"Bekraf menargetkan ada 12 juta tenaga kerja yang bisa diserap industri startup di tahun 2019," ucap Boy disela lokakarya 'Startup Pitch Day' di Sanur, Bali, Sabtu (5/11).

Kedepannya, ia berharap startup bisa turut menciptakan ekosistem yang kondusif dalam mendorong kemunculan pemain usaha rintisan baru.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadikan ekosistem startup belum bisa tumbuh dengan kondusif di Indonesia. Salah satunya keterbatasan sumber daya manusia, terutama di daerah luar Pulau Jawa.

"Hingga kini ekosistem startup masih Jawa sentris, jumlah lembaga pendidikan setara institut juga masih terbatas," imbuhnya.

Kemunculan startup dalam jumlah masif menurut Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Bekraf bisa menjadi potensi untuk meningkatkan nilai ekonomi negara di tengah pasar uang global.

Semakin banyak pelaku usaha kreatif yang measuki ranah startup, Ricky mengatakan hal tersebut secara tidak langsung bisa menjadikan mereka sebagai duta investasi Indonesia.

"Melihat tataran perekonomian global, visi jangka panjang startup tentu untuk menjaring investor asing dan lokal. Semakin banyak startup memiliki ide mumpuni, tentu bisa menjadi nilai positif untuk negara," ucap Ricky saat ditemui di kesempatan yang sama.

Data yang dirilis Bekraf mencatat ada dua prioritas kelompok yang memberikan kontribusi besar bagi negara, pertama dilihat dari nilai ekspor yang sudah besar dan kedua dari sisi potensi pertumbuhan.

Kuliner, Kriya, dan fesyen menjadi tiga sektor yang sudah menyumbang hampir 70 persen dari total ekonomi nasional. Sementara untuk kategori kelompok yang saat ini masih berkontribusi kecil, tapi berpotensi besar yakni dari ibdustri film, animasi, dan video.

Saat ini ada 16 sub-sektor yang terus digenjot oleh Bekraf antara lain aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi, dan video, fptografi, kroya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi, dan radio. (evn/tyo)