Seret Penumpang Hingga Berdarah, United Airlines Dikecam

Eka Santhika, CNN Indonesia | Selasa, 11/04/2017 12:13 WIB
Seret Penumpang Hingga Berdarah, United Airlines Dikecam Ilustrasi foto maskapai United Airlines (Reuters/Louis Nastro/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang penumpang diseret dari kursinya di pesawat United Airlines lantaran pesawat tersebut telah kelebihan penumpang, Minggu (9/4). Penumpang dengan ras Asia Timur yang diseret keluar tersebut berumur 69 tahun dan mengaku sebagai seorang dokter.  
 
Terdapat empat penumpang yang dipaksa keluar pesawat. Tiga penumpang keluar tanpa insiden. Namun, penumpang yang diseret keluar ini menolak untuk turun pesawat. Seorang penumpang United Airlines, Tyler Bridges merekam adegan ini dan mengunggahnya ke Twitter. 

Peristiwa ini lantas menuai protes dan reaksi keras dari netizen terhadap perlakuan buruk United Airlines atas penumpangnya tersebut.
 
 
Tampak pada video, tiga orang petugas keamanan menghampiri sang penumpang dan memintanya keluar dari kursi. Si penumpang berteriak menolak dan ditanggapi petugas dengan menarik paksa dari kursi dan menyeretnya keluar pesawat. 
 
Setelah diseret keluar dengan mulut berdarah, pria tersebut berlari kembali ke pesawat sembari menggumam bahwa ia harus pulang. Seorang penumpang, Audra D Bridges menjelaskan bahwa pria ini adalah seorang dokter yang harus segera pulang karena harus menemui pasiennya pada Senin pagi. 
 
 
Penumpang ini terpaksa dikeluarkan karena pesawat tersebut kelebihan penumpang dalam penerbangan dari bandara O'Hare, Chicago ke Louisville, Kentucky. Padahal, pesawat harus menyisakan ruangan bagi empat orang petugasnya, demikian ABC.  
 
Pihak maskapai telah meminta penumpang yang sukarela memberikan kursinya dan memberikan voucher dan hotel sebagai ganti rugi. Namun, tak ada yang mengambil tawaran tersebut.  
 
Pihak maskapai lantas memilih acak empat penumpang yang harus turun pesawat. Empat orang dipilih. Tiga orang turun tanpa insiden dan satu orang menolak turun. Pihak maskapai lantas memanggil keamanan bandara yang lantas memaksa pria ini turun.  
 
Atas insiden ini, pihak otoritas bandara beralasan bahwa petugas tersebut tidak mengikuti aturan protokol. Si petugas pun dirumahkan sejak kemarin.  
 
Sanksi ini diberlakukan selama pihak otoritas bandara melakukan peninjauan atas situasi ini. "Tindakan petugas keamanan bandara tersebut jelas tidak disetujui oleh Departemen," kilah petugas otoritas Chicago tersebut.