Dari keterangan Rudiantara, ribuan komputer yang disandera oleh WannaCry berasal dari sektor perkebunan, manufaktur, dan perbankan yang berada di daerah. Selain itu ia juga menerima laporan bahwa Samsat di Sulawesi turut menjadi korban keganasan WannaCry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Rudi memastikan wabah WannaCry tidak menjangkiti lembaga pemerintahan. Selain Kemkominfo yang ia pimpin, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan,dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah beberapa beberapa lembaga yang mendapat peringatan awal darinya.
"Saya sudah bicara malam Minggu (13/5) dengan Dirut Harapan Kita lewat telepon langsung dan cek lebih detil bahwa itu (serangan malware WannaCry) tidak ada," imbuhnya.
Dalam laporan yang ia terima, disebutkan alamat IP yang terpapar oleh WannaCry tidak begitu banyak dibanding negara lain. Tercatat Eropa, terutama Rusia menjadi korban paling parah dari serangan ransomware ini.