Cegah Kematian Saat Mobil Menabrak Truk Trailer

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 18/05/2017 13:24 WIB
Cegah Kematian Saat Mobil Menabrak Truk Trailer Kecelakaan dengan menabrak truk jadi pembunuh paling besar di jalan tol yang membabat habis kaca depan hingga belakang. (Park Jung-ho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada beberapa insiden kecelakaan mengerikan yang mematikan di jalan raya. Salah satunya, terlibat kecelakaan dengan sebuah truk trailer besar yang tengah berhenti di sisi jalan.

Mengutip CNN, menurut Institut Asuransi Keamanan Jalan Raya, sebetulnya bahaya dari kecelakaan tersebut dapat dikurangi secara signifikan.

Kelompok tersebut telah melakukan serangkaian uji coba dan merilisnya. Bahwa, jika sebuah truk memiliki penjaga di antara sisi ban depan dengan belakang dapat mencegah banyak kematian akibat benturan.


Kecelakaan demikian, biasa disebutnya under-ride, tabrakan disaat mobil yang didahului oleh kap mesin masuk ke bawah trailer dan kemudian membabat habis kaca depan hingga ke belakang.

Mereka memperkirakan, setengah dari kecelakaan fatal berasal dari jenis tersebut, antara truk dengan mobil. Dari catatan statistik pada 2015, sedikitnya ada 750 kematian akibat insiden itu.

Sehingga, mereka ingin, setidaknya pemerintah di Amerika Serikat mulai menerbitkan kebijakan baru kepada setiap pembuat truk untuk menambah penjaga di sisi truk mereka. Namun memang, belum ada permintaan resmi terkait peraturan yang diajukan.

Dalam uji coba tabrak, truk yang sudah memiliki penahan dengan rusuk logam, dapat mencegah sebuah mobil berkecepatan 35 mil per jam meluncur ke bawah trailer tinggi.

"Tes dan penelitian kami menunjukkan bahwa pengawal di bawah tumpangan memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa. Kami pikir sebuah mandat untuk pengawal di bawah pengemudi di truk besar, terutama karena kematian akibat kecelakaan terus meningkat di jalanan," kata David Zuby, Wakil Presiden lembaga tersebut.

Sebuah studi pada 2012 oleh Institute, menemukan bahwa penahan di bawah yang kuat dan di sisi truk dapat mengurangi risiko cedera dihampir 90 persen. Juru bicara asuransi Russ Rader mengungkapkan sudah ada pengaman seperti demikian namun batang logam dianggap belum cukup kuat.

Sementara, kelompok itu sempat meminta pada 2011 silam adanya regulasi untuk memperbaiki penjaga belakang truk. Lalu, National Highway Traffic Safety Administration kemudian memulai proses untuk mengubah peraturan tersebut. Sejauh ini belum ada peraturan baru.

Kecelakaan yang paling dikenal dan melibatkan trailer di adalah Joshua Brown, pengemudi yang saat itu mengenakan mobil Tesla. Ia tewas saat mobilnya menabrak sebuah truk di sisi jalan Florida, Amerika Serikat. Saat itu mobilnya melaju dengan kecepatan sekitar 65 mil perjam, dan diperkirakan pengemudi belum sempat menginjak rem.

Atapnya terlepas dari Tesla Model S saat berjalan di bawah trailer dan keluar dari sisi lain. Tidak ada jaminan bahwa pengaman sisi seperti yang diuji oleh kelompok tersebut dapat menyelamatkan hidup dalam dampak terburuk. Lembaga asuransi belum menguji dengan kecepatan seperti mendekati kecepatan dalam insiden Brown.