Qualcomm Gugat Balik Apple Lantaran Tak Bayarkan Royalti

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Jumat, 19/05/2017 05:16 WIB
Kasus dugaan 'pembebaban royalti' kali ini diajukan oleh Qualcomm yang menuntut balik mitra produsen Apple lantaran tidak membayarakan royalti. Ilustrasi (Foto: AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus tuntutan terkait hak cipta penggunaan chipset yang melibatkan Qualcomm dan Apple mamasuki babak baru.

Kali ini giliran Qualcomm yang menuntut balik mitra produsen Apple lantaran tidak membayarakan royalti. Produsen chipset tersebut menganggap Foxconn dan dua produsen iPhone lainnya tidak memenuhi hak yang seharusnya diterima Qualcomm.

Qualcomm mengatakan sikap Apple yang mengajukan gugatan kepada pihaknya tanpa dasar. Kemarin (17/8), Qualcomm menengarai Apple telah melakukan pembiacaraan bisis dengan keempat mitra produsen iPhone dan iPad.

Dilaporkan Reuters, dalam percakapan tersebut Apple disebut memengaruhi mitra-mitranya untuk menahan pembayaran royalti dan menyetujui penggantian kerugian terhadap kerusakan dari perjanjian bisnis dengan Qualcomm.


Dalam laporan tersebut tidak diungkap jumlah royalti yang dianggap belum dibayarkan oleh Apple. Qualcomm sendiri diketahui telah mengajukan aduan ini ke meja hijau.

Menanggapi dugaan yang dituduhkan Qualcomm, Foxconn enggan berkomentar dan mengaku belum menerima dokumen terkait tuntutan hukum tersebut.

Sementara tiga pemasok lainnya, yakni Wistron, Pegatron, dan Compal Electronics memilih untuk bungkam.

Dalam laporan keuangan terbaru, proyeksi laba dan pendapatan Qualcomm diketahui dipangkas. Hal itu lantaran mereka tidak menerima pendapatan dari kontrak dengan empat produsen mitra Apple tersebut.

Di sisi lain, Apple menegaskan bahwa pihaknya telah berusaha mencapai kesepakatan lisensi dengan Qualcomm untuk jangka waktu lima tahun. Hanya saja Qualcomm memilih menolak melakukan negosiasi persyaratan pembebanan 'royalti berlebihan'.

Seperti diketahui sejak awal tahun Apple telah mengajukan gugatan untuk melawan Qualcomm dengan tuduhan pembebanan 'royalti berlebih' dan menahan pembayaran sebagai aksi pembalasan.

Qualcomm sejatinya memiliki peran penting sebagai penyedia chip yang dipakai iPhone. Dalam gugat yang diajukan Apple, Qualcomm diduga membebani perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut dengan jumlah yang dianggap tidak adil untuk lisensi paten seluler.
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK