Instagram Britney Spears Jadi Sasaran Penyebaran Malware

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Sabtu, 10/06/2017 09:04 WIB
Instagram Britney Spears Jadi Sasaran Penyebaran Malware Ilustrasi (Foto: Dok. Instagram)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyebaran malware belakangan bukan hanya mengincar perangkat pintar saja, tetapi sudah mulai menyerang pengguna media sosial. Hal itu ditemukan dalam sebuah komentar di unggahan foto penyanyi Britney Spears.

Sebuah komentar yang diberikan oleh akun @asmith2155 ternyata disusupi malware bernama Turla. Sepintas komentar ini muncul seperti komentar spam pada umumnya.

Hanya saja, Lembaga keamanan siber asal Rusia ESET, telah menginvestigasi bahwa komentar tersebut merupakan ancaman malware.

Komentar--yang kini sudah dihapus-- bertuliskan "#2hot make loved to her, uupss #Hot #X merupakan karakter '2kdhuHX' yang sebenarnya adalah tautan yang dipersingkat. ESET mempelajari tautan tersebut merupakan bit.ly yang sudah dipersingkat yang akan mengarahkan korban ke sebuah situs.


ESET menyatakan situs tersebut merupakan pusat kendali malware yang akan memberikan instruksi malware untuk menerima kiriman data yang sudah berhasil dicuri.

Mengutip Engadget, Turla merupakan kelompok peretas yang dipercaya terhubung dengan pemerintah Rusia. Mereka kerap menyerang pemerintahan asing, militer, institusi pendidikan, dan lembaga lainnya.

Penyebaran malware melalui media sosial ini menandai pergeseran target yang hendak disasar Turla. Pada 2017 lalu, sebuah tulisan yang dirilis Forcepoint menggarisbawahi Turla sempat menyasar situs perwakilan asing, namun kemudian bergeser ke situs yang kerap dikunjungi oleh calon target.

Turla sebenarnya sudah aktif sejak tahun 2014 silam. ESET sebagai perusahaan antivirus yang pertama kali menemukan malware ini mencatat selain menyebar melalui kolom komentar menggunakan kode khusus, malware Turla juga mengancam sejumlah situs yang kerap dikunjungi korbannya.

Sementara itu, akun media sosial Britney Spears tercatat bukan kali ini saja menjadi sasaran aksi peretasan. Sebelumnya, pada Desember 2016 lalu peretas berhasil membobol akun Twitter pelantun 'Baby One More Time' ini dan menyebarkan hoax yang menyebut bahwa ia telah meninggal dunia.