Untuk mengantisipasi lonjakan ini, Alexander menyebutkan bahwa pihaknya telah menyediakan kapasitas data hingga 7.344 terabyte untuk pelanggannya. Kapasitas ini merupakan dua kali lipat lebih besar dari biasanya.
"Kalau pas Lebaran itu kenaikannya 15-20 persen," ucap Alexander saat Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengunjungi kantor Indosat untuk memantau kesiapan operator tersebut jelang Lebaran, Kamis (22/6).
Konsumsi video besar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk layanan suara, diprediksi bakal ada 7 juta panggilan per hari di musim Lebaran tahun ini , yang mana naik dari 6,51 juta panggilan di tahun lalu.
Koneksi masih berpotensi lambat
"Kalau menumpuk di satu BTS (dengan jumlah pengguna) sampai 1.000 orang, ya daerah itu congest (padat) juga. Walaupun secara sistem kapasitasnya masih kosong," ungkap Rudiantara.
Meski demikian, secara keseluruhan Rudiantara menyatakan kesiapan Indosat cukup memuaskan.
"Secara keseluruhan persiapan oke. Terutama dari kapasitas data," kata Rudiantara. Ia pun memuji Indosat karena kapasitas data yang mereka siapkan jauh melebihi perkiraan konsumsi data di puncak trafik pada momen mudik dan Lebaran.
Markas Indosat Ooredoo menjadi markas operator seluler pertama yang dikunjungi oleh Rudiatara. Setelah memantau kesiapan Indosat, Rudiantara menyambangi markas Net1. Net1 adalah rebranding dari operator Ceria. Operator CDMA ini mengusung teknologi LTE yang mengincar pelanggan bisnis dan perorangan. Saat ini produk yang dipasarkannya berupa modem router mobile.
Sambangi Net1
Namun saat ini pelanggan Net1 lebih banyak di sektor bisnis (B2B). Sehingga, kesiapan operator ini untuk kepentingan pemudik berbeda dengan Indosat. Selain itu operator yang baru mendapatkan lisensinya pada Februari 2017 ini juga belum memiliki pelanggan LTE yang signifikan.
Kendati begitu di hadapan Rudiantara, Net1 mengaku siap melayani kebutuhan pelanggannya di kala trafik telekomunikasi meningkat.