Tri: Tarif Internet Masih Wajar, Tak Perlu Batas Bawah

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 21/07/2017 19:00 WIB
Tri: Tarif Internet Masih Wajar, Tak Perlu Batas Bawah Tri nilai persaingan tarif internet saat ini masih dalam taraf wajar (dok. CNN Indonesia/Ervina Anggraini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Deputy Director Tri Hutchinson Indonesia, M Danny Budiansyah, menilai saat ini belum diperlukan adanya batas bawah untuk tarif layanan internet. Hal ini dia ungkapkan menanggapi permintaan PT Indosat Ooredoo kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (17/7). Indosat meminta kepada Menkominfo agar pemerintah mengatur batas bawah tarif internet berdasarkan yield.

Menurut Danny, saat ini tarif internet yang dipasang operator telekomunikasi tanah air masih dalam batas-batas wajar. “Kalau kami masih belum yakin pembatasan tarif bawah diperlukan. Karena selain kualitas, tarif juga menjadi alat dalam berkompetisi. (Hal itu masih) dalam batas-batas yang wajar,” tulis Danny kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.Alih-alih aturan batas bawah, Danny menilai ada aturan yang lebih mendesak untuk diselesaikan. “Tetapi mekanisme tarif,  layanan, dengan memperhitungkan affordability serta landscape kompetisi memang diperlukan.”

Tarif promosi

Kendati demikian, Danny membenarkan bahwa industri telekomunikasi saat ini berada dalam persaingan yang amat ketat. Ada harga-harga promosi yang berlebihan sehingga tidak memberikan kesempatan operator untuk bersaing.


Namun saat ditanya apakah promosi tarif perlu diregulasi, Danny menyatakan bahwa hal tersebut tentu akan sangat sulit diimplementasikan. Terutama terkait pengawasannya. Namun, Tri mengungkap pihaknya tidak masalah jika pemerintah ingin menerapkan aturan tarif promosi ini.

“Boleh dan bisa saja dikasih jangka waktu ke pelanggan. Kalau ke dealer nggak bisa dimonitor. Kalau toko kadang kalau barangnya mau expired (kadaluwarsa) mereka juga jual murah. Itu kan bukan salah operatornya dong. Kan itu bisa saja karena daripada dia rugi dan hangus, mending dia jual murah. Jadi memang mekanisme pengawasannya susah setengah mati,” jelas Danny.

Persaingan sehat


Di luar itu, Danny mengatakan bahwa pemerintah perlu menjaga persaingan industri tetap sehat.


“Yang paling penting, pemerintah bisa membuat industri lebih efisien. Seperti efisiensi pungutan regulatori, efisiensi perijinan, efisiensi pembangunan jaringan dengan penggunaan infrastruktur bersama, dan lain-lain,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Indosat melayangkan surat kepada Menkominfo Rudiantara. Surat ini disampaikan karena operator tersebut menilai persaingan tarif data saat ini sudah tidak sehat dan mengancam kelangsungan industri telekomunikasi. Alasannya, harga layanan komunikasi data sangat rendah jauh di bawah harga produksi.