Menanti Gerhana Matahari Mampir di Indonesia

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Senin, 21/08/2017 19:06 WIB
Menanti Gerhana Matahari Mampir di Indonesia Ilustrasi gerhana matahari. (Foto: Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ini, masyarakat di daratan Amerika Serikat sedang berpesta menyambut datangnya gerhana matahari total setelah 99 tahun absen dari Negeri Paman Sam tersebut. Lalu kapan giliran Indonesia kedatangan gerhana matahari total?

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, masyarakat Indonesia akan kembali bisa merasakan gerhana matahari total pada 20 April 2023. Pada saatnya nanti, cahaya Matahari untuk Papua dan Timor akan tertutup sepenuhnya oleh Bulan.

Selain itu yang terdekat, penduduk di bagian Sumatera dan Kalimantan juga akan mengalami gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019. Menurut peneliti dari pusat ilmu antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto, Gerhana Hibrida juga diperkirakan akan dialami penduduk Indonesia pada 2049.

"Pada tahun 2049 ada gerhana hibrida, yang berarti Gerhana Total terjadi berbarengan dengan Gerhana Cincin," terang Rhorom kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/3/2016).


Intensitas gerhana di wilayah khatulistiwa

Amerika terakhir kali mengalami gerhana matahari total di seluruh wilayahnya pada 1918. Saat gerhana matahari total 1979, hanya lima negara bagian di wilayah barat laut yang mengalami kegelapan total sebelum gerhana melayang di atas Kanada.

Hal ini berbeda dari Indonesia yang terakhir kali mengalami gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 silam. Hanya butuh beberapa tahun bagi Indonesia untuk menyapa kembali fenomena alam tersebut di 2023.

"Karena kita di garis khatulistiwa, jadi probabilitas untuk gerhana melewati khatulistiwa memang lebih tinggi dibanding daerah lintang tinggi seperti Amerika," terang Thomas saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, Thomas juga menerangkan bahwa gerhana matahari sebenarnya terjadi setiap tahun. Namun bentuknya, apakah cincin, total, atau hibrid, bergantung pada jarak antara Matahari, Bumi dan Bulan.

"Gerhana matahari setiap tahun ada tetapi tempatnya [pusatnya] berpindah-pindah," kata dia.

Washington Post juga melaporkan bahwa menurut pengamatan ahli astronomi, pemandangan gerhana matahari seringkali terjadi di wilayah yang tidak banyak dihuni manusia. Fenomena ini lebih sering terjadi di Pasifik atau kutubnya.