Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail Ahmadi mengatakan nilai impor perangkat 4G per tahun 2016 sudah turun dari 3,5 miliar dolar Amerika menjadi 1,6 miliar dolar Amerika.
Dalam kurs rupiah sekarang, penurunan nilai impor ini berarti mencapai 25,4 triliun rupiah.
"Setelah tiga tahun diberlakukan secara konsisten, belanja kita turun jadi 1,6 miliar dolar AS," ujar Ismail saat dihubungi melalui telepon, Selasa (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu cara yang akan diusung oleh pemerintah adalah penerapan TKDN untuk perangkat Internet of Things (IoT). IoT sendiri adalah sebutan untuk segala perangkat elektronik yang terhubung ke internet, mulai dari lampu hingga kulkas pintar.
Ia menjelaskan pihaknya hanya sebagai pemberi sertifikat. Lulus atau tidaknya sebuah perangkat elektronik dalam memenuhi TKDN merupakan kewenangan Kemenperin.
Pria berkumis ini juga menambahkan bahwa penurunan biaya impor sebesar 25,4 triliun rupiah tadi berasal dari perhitungan Kemenperin.
Melihat pencapaian ini, Ismail belum berani memasang target penurunan nilai impor di tahun depan. Kendati begitu, ia bangga regulasi yang pemerintah keluarkan sudah memaksa vendor memilik pabrik dan melakukan proses manufaktur di dalam negeri.