HMD Global menggunakan fasilitas produksi baru di pabrik PT. Sat Nusapersada Tbk. (Satnusa) di Pulau Batam. Perusahaan juga berkolaborasi dengan PT. Tata Sarana Mandiri (TSM) sebagai mitra desain lokal, serta pengembang aplikasi lokal PT Inovidea Magna Global dan PT MP Games, HMD.
"Kami memilih pabrik itu untuk memastikan kami bisa menjadi salah satu perusahaan ponsel terbesar di bawah lima tahun," terang Mark Trundle selaku Country Manager HMD Global untuk Indonesia dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com, Kamis (14/9).
Lihat juga:Strategi Nokia Kembali Rebut Hati Pengguna |
Sayangnya, Trundle tak bisa menyebutkan presentase masing-masing peranti lunak dan peranti keras untuk ketiga tiga ponsel pintar yang baru dirilisnya yaitu Nokia 3, Nokia 5 dan Nokia 6. Dia hanya mengatakan, terdapat dua aplikasi lokal secara pre-load di tiga ponsel itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat penting di Asia. Oleh karena itu, perusahaan mau berkomitmen untuk mematuhi peraturan pemerintah.
"Kami menyadari Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di Asia yang kami ingin kembangkan. HMD berkomitmen untuk mematuhi kebijakan dan peraturan-peraturan pemerintah yang ada, termasuk kepatuhan TKDN," katanya.
Trundle juga sempat menerangkan bahwa Nokia berambisi menjadi tiga besar merek ponsel pintar di Indonesia dan dunia. Sementara itu, perusahaan asal Finlandia ini juga ingin melanggengkan kejayaan mereka di pasar feature phone 2G yang secara global masih digunakan oleh 1,3 miliar orang pada 2016.