Dituduh Bias Gender, Mantan Karyawati Tuntut Google

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 13:28 WIB
Para karyawati menilai sudah waktunya berhenti mengabaikan isu bias gender di industri teknologi. Ilustrasi logo Google. Mantan pekerja Google menggugat perusahan itu lantaran isu bias gender. (dok. CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah perempuan menggugat Google atas dugaan diskriminasi dan kesenjangan gender di ruang kerja. Perempuan tersebut adalah mantan pekerja di Google yang merasa haknya tak dipenuhi oleh perusahaan selama bekerja di sana.

Gugatan tersebut dilakukan oleh Kelly Ellis Holly Pease, dan Kelli Wisuri. Mereka bertiga menempati posisi yang berbeda sewaktu bekerja di Google. Ketiganya sudah bertahun-tahun kerja di sana.

“Saya memberanikan diri menggugat masalah bias gender di Google. Sudah waktunya berhenti mengabaikan isu ini di industri teknologi,” ujar Ellis seperti dilaporkan oleh The Register.



Bias gender yang dimaksud oleh Ellis tadi berupa kesenjangan upah serta kesempatan mendapat promosi berdasarkan gender. Klaim tersebut datang setelah membandingkan apa yang mereka dapat dengan kaum pria di Google.

Ellis misalnya, selama empat tahun bekerja di Google, ia merasa mentok di posisi yang biasa ditempati lulusan universitas. Namun di saat yang sama, dia melihat kolega pria di sana bisa mendapat promosi meski beban kerja, keahlian, dan lama kerja di perusahaan sama atau bahkan lebih rendah darinya.

Hal yang sama juga dialami oleh Pease dan Wisuri. Keduanya merasa tak mendapat penghargaan yang pantas dari perusahaan. Pada akhirnya mereka semua keluar dari Google.


Dihadapkan pada gugatan dan pernyataan di atas, Google angkat bicara. Gina Scigliano, senior manager corporate communications Google, menolak tudingan itu.

“Level pekerjaan dan promosi ditentukan lewat komite promosi dan pengangkatan yang ketat, dan harus melalui penilai berlapis termasuk memastikan tak ada bias gender di dalam prosesnya,” terang Scigliano kepada The Register.

Scigliano menambahkan pihaknya akan menambal kesenjangan yang terjadi bila memang ada.

Ini bukan pertama kalinya isu kesenjangan gender menyeruak dari ruang kerja perusahaan asal Mountain View, Califonia, AS. Pada 2015 silam, mereka pernah mengalami hal yang sama berkat mantan karyawan bernama Erica Baker yang mengumpulkan data gaji karyawan lain dan membandingkannya. Namun data yang ia kumpulkan tak disebar ke publik, hanya bergulir di sesama karyawan saja. Dan kini Joy tak lagi bekerja di Google. (eks/eks)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK