Meski Lesu, Fujifilm Klaim Bisnis Kamera Mirrorless Diminati

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 28/09/2017 13:24 WIB
Meski Lesu, Fujifilm Klaim Bisnis Kamera Mirrorless Diminati Meskipun bisnis kamera tercatat melesu, Fujifilm mengkalim kamera mirrorless besutannya tetap laris. (Foto: CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan kamera digital masih dalam keadaan lesu. Namun dari berbagai tipe kamera yang ada, kamera mirrorless justru tumbuh.

Setidaknya hal itu dialami oleh Fujifilm selaku salah satu produsen kamera. Johanes J. Rampi, GM Electronic Imaging Division Fujifilm Indonesia, menyebut kamera mirrorless buatannya berhasil tumbuh di atas 100 persen di tahun ini.

"Berarti kan kita bisa ambil kesimpulan pasar mirrorless sedang naik," kata Johanes saat ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (27/9).


Di samping mirrorless, Fujifilm juga memproduksi kamera DSLR dan kamera saku (compact camera). Namun nasib kedua jenis kamera ini masih terpuruk di pasaran.

Johanes memperkirakan kamera saku kalah bersaing oleh ponsel cerdas. Hal ini tak mengherankan, lantaran vendor ponsel cerdas terus menelurkan inovasi baru untuk mempercantik hasil jepretan kameranya.

Sementara untuk DSLR, Johanes memberi isyarat pasar kamera jenis ini popularitasnya juga kian memudar. "Berapa banyak sih orang yang pakai DSLR untuk jalan-jalan?," akunya.

Di antara kedua jenis kamera yang melesu itu, nampaknya kamera saku yang paling terkena imbasnya. Bersaing langsung dengan kamera ponsel, pasar kamera saku Fujifilm susut 40 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Namun hal itu justru memberikan ruang bagi kamera mirrorless untuk terus tumbuh. Diperkirakan mereka yang meninggalkan DSLR dan kamera saku beralih ke kamera mirrorless sebagai piranti kamera utama.

"Ada konversi dari DSLR ataupun compact (saku). Kelebihannya (mirrorless) lebih ringkas dibanding DSLR dan masih ada ruang pengembangan teknologinya," Johanes menambahkan.

Adapun inovasi baru yang bisa ditawarkan di kamera mirrorless berupa ketahanan baterai dan kecepatan autofokus.

Kendati demikian, bisnis kamera bagi Fujifilm Indonesia masih cukup besar dengan sumbangan lebih dari 40 persen untuk pendapatan perusahaan.

Dinakhodai Presdir Baru

Secara bersamaan, Fujifilm Indonesia juga mengumumkan pimpinan baru perusahaan. Noriyuki Kawakubo telah ditunjuk menjadi Presiden Direktur Fujifilm Indonesia per Juli 2017.

Selain itu, seluruh lini bisnis Fujifilm Indonesia juga telah berada di bawah manajemen PT Fujifilm Indonesia sejak 2016. Sebelumnya Fujifilm hadir di Indonesia sejak 1971 di bawah naungan PT Modern Internasional.

Modern Interasional adalah perusahaan yang sama yang menaungi 7-Eleven di Indonesia. Meski 7-Eleven cukup populer selama masa hidupnya, Modern Internasional juga mengibarkan bendera putih untuk mengoperasikannya.