Klaim Buat Rekor, Xiaomi Kirim 10 Juta Ponsel dalam Sebulan

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 04/10/2017 07:00 WIB
Klaim Buat Rekor, Xiaomi Kirim 10 Juta Ponsel dalam Sebulan Xiaomi kirimkan lebih dari 10 juta ponsel dalam sebulan. Hal ini disebutkan sebagai rekor baru perusahaan asal China tersebut. (dok. Courtesy Xiaomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Xiaomi mencetak rekor baru dalam menual ponsel buatannya. Hanya dalam sebulan, pabrikan asal China ini mendistribusikan lebih dari 10 juta unit ponsel ke pasar. Meski demikian, disebutkan kalau beberapa model mungkin akan tetap sulit dicari dipasar lantaran tingginya permintaan.

CEO Xiaomi Lei Jun memamerkan pencapaian perusahaannya ini lewat Weibo, media sosial yang populer di China.

"Kami punya kabar baik: lebih dari 10 juta ponsel Xiaomi dikapalkan sepanjang September, menandai pertama kalinya dalam sejarah kami mencapai 10 juta unit dalam satu bulan! Ini artinya bisnis kami mencapai level baru," ungkap Lei Jun.
Rekor ini jadi pertanda baik bagi Xiaomi. Pasalnya pada 2015 dan 2016 lalu, produsen Mi Mix 2 ini kian lesu. Bahkan statusnya sebagai produsen ponsel cerdas nomor satu di China saat itu harus berpindah tangan ke Huawei.


Selain disalip Huawei, Xiaomi juga menghadapi perlawanan keras dari vendor lokal lain seperti Oppo dan Vivo.

Laporan kuartal ke-2 tahun ini menunjukkan Xiaomi harus duduk manis di peringkat empat, di bawah Huawei, Oppo, dan Vivo. Ia hanya mampu unggul dari Apple dan Samsung yang relatif mulai ditinggal konsumen di China, demikian seperti dikutip dari laman CNET.
Namun memasuki 2017, Xiaomi mulai membaik. Produk yang lebih variatif terutama ponsel di segmen premium kembali mengangkat pamor mereka. Terlebih di negara padat penduduk seperti India, Xiaomi memiliki basis pasar yang kuat.

Xiaomi sendiri belum lama memperkenalkan Mi Mix 2, ponsel yang mengusung konsep minim bingkai dengan material keramik di punggungnya. Selain itu, mereka juga belum lama meluncurkan Mi A1, ponsel yang menyasar pasar menengah.

Khusus Mi A1, Xiaomi sudah memboyongnya ke Indonesia untuk merebut hati konsumen dalam negeri yang didominasi kelas menengah.