Ahli keamanan dan CEO Sudo Security Group, Will Strafach mengungkapkan telah menemukan kode pada aplikasi Uber di iOS yang memungkinkan mereka merekam aktivitas di layar iPhone, meskipun aplikasi tersebut berada di 'background'.
Kode tersebut hanya ditemui pada aplikasi Uber di iPhone dan tidak ada di perangkat Android. Kode ini memungkinkan pengembang menggunakan data pengguna mulai dari pengaturan hingga notifikasi dalam ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Uber Akan Jadi Perusahaan Publik Pada 2019 |
Strafach menyatakan sejauh ini ia tidak menemukan adanya aplikasi lain yang memiliki kemampuan tersebut ada di App Store.
"Ini sama saja dengan memberikan akses kunci masuk ke aplikasi pengguna. Hal ini berpotensi mencuri password dan data sensitif lainnya," ucap Todesco.
Ia juga mengingatkan bahwa kode berbahaya ini bisa melemahkan pengguna aplikasi Uber di iOS. Perusahaan ride-hailing ini bisa saja menggunakan kode untuk mengancam kredensial pengguna dan bisa menyerang kapan saja.
Namun begitu, juru bicara Uber memaklumi kekhawatiran pengguna. Pihak perusahaan memastikan akan mengambil tindakan dan segera menghapus kode API yang memungkinkan mereka membaca aktivtias layar iPhone.
"Apple memberikan akses bagi kami karena Apple Watch tidak bisa membaca renderig peta kami. Kami pastikan kode itu tidak terhubung dengan database Uber," ungkap juru bicara perusahaan seperti mengutip Gizmodo.
Sebelumnya, Uber juga sempat membuat CEO Tim Cook geram lantaran diduga melakukan kecurangan. Cook bahkan sempat mengancam akan mendepak aplikasi Uber dari daftar App Store.