UJI PRODUK
Lebih Baik Pilih Galaxy Note 8 daripada S8 Plus
Eka Santhika | CNN Indonesia
Senin, 23 Okt 2017 17:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemunculan Samsung Galaxy Note 8 diharapkan bisa mengobati kekecewaaan terhadap kegagalan 'sang kakak' Galaxy Note 7 setahun silam.
Samsung memperbaiki sejumlah aspek pada Galaxy Note 8. CNNIndonesia.com berkesempatan menghabiskan dua pekan bersama Galaxy Note 8 untuk mengetahui sejauh apa performanya.
Bodi licin, berat, mudah kotor
Dibekali bentuk kotak panjang dengan bingkai tipis membuat aspek rasio layar Galaxy Note 8 mencapai 83,2 persen. Ukuran layar yang masif ini hanya menyisakan 16,8 persen saja untuk menutupi pinggiran layar. Layarnya nyaris sama besar dengan S8 plus.
Di bagian bawah, jajaran tombol navigasi dan home telah ditenggelamkan dan dibuat menyatu dengan layar.
Lapisan kaca di semua sisi membuat bodi ponsel mudah kotor dengan jejak sidik jari saat digunakan, ditambah kesan licin ketika digenggam. Begitu licin sehingga ponsel ini sering menggelincir saat digenggam. Terutama jika digunakan sambil berbaring.
Beruntung, Samsung menyediakan case plastik bawaan. Saat digunakan, softcase ini setidaknya mengurangi selip saat ponsel digenggam.
Meski kaca ponsel ini menggunakan Corning Gorilla Glass 5, tetap tak berarti layarnya anti gores. Goresan masih mungkin terjadi ketika ponsel ini bergesekan dengan benda logam, misal ketika pengguna menaruh di kantong bersama dengan koin. Dari segi ukuran, ponsel ini lumayan besar dan terasa berat saat digenggam.
Selain itu, untuk menggunakan ponsel bersampul kaca, baiknya pengguna lebih berhati-hati. Sebab, jika ponsel membentur atau jatuh di bagian sudut akan lebih rentan retak ketimbang jatuh di salah satu permukaannya.
Layar impresif
Salah satu keunggulan Galaxy Note 8 terletak pada layarnya yang punya kepekatan warna hitam yang nyaris menyatu dengan pinggiran layar Midnight Black yang solid. Hal ini membuat ponsel terlihat tampan saat layar dimatikan dan ketika Always-on display aktif.
Warna-warna yang ditampilkan layar ini juga tampak menawan dan tajam saat ponsel dinyalakan. Salah satu keunggulan layar OLED. Ketajaman layarnya didukung oleh kerapatan layar yang mencapai 521 ppi (piksel per inci).
Warna cerah pada ponsel ini sangat meriah sehingga membuat tampilan layar Retina Display HD di iPhone 6 seperti memudar. Kemampuan layar Note 8 memproduksi warna dan ketajaman gambarnya juga masih lebih unggul dari Retina HD iPhone 7. Ponsel besutan Apple itu masih menggunakan teknologi LED-backlit IPS dengan kerapatan piksel yang lebih rendah, 401 ppi saja.
Layarnya yang masif membuat pengguna leluasa untuk bermain dengan stylus di atas permukannya. Format 18:9 pada layar ponsel membuat video tak bisa ditampilkan di seluruh layar, karena rata-rata masih menggunakan format 16:9.
Baterai
Ketahanan baterai ponsel ini tak bisa dibilang mengesankan. Baterai 3300 mAh mesti menafkahi layar masif yang tentu menyedot baterai. Sehingga memang baterainya tak bisa bertahan cukup lama untuk pengguna aktif.
Setidaknya ponsel masih mampu bertahan sekitar 12 jam dalam penggunaan moderat. Dalam artian ponsel sering aktif untuk penggunaan layanan perpesanan dan media sosial sembari sesekali ditinggal bekerja. Prediksi baterai yang diterakan pada ponsel tentu saja seringkali meleset.
Samsung memperbaiki sejumlah aspek pada Galaxy Note 8. CNNIndonesia.com berkesempatan menghabiskan dua pekan bersama Galaxy Note 8 untuk mengetahui sejauh apa performanya.
Bodi licin, berat, mudah kotor
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kotak pembelian, Samsung menyediakan charger, kabel dengan ujung USB tipe C, adaptor dari USB tipe B ke C, juga adaptor USB OTG (on the go). Disediakan pula earphone AKG yang punya fungsi active noise cancelation. Sayang, earphone ini kurang nyaman ketika digunakan bertelepon karena fungsi noise cancelation-nya sering menimbulkan feedback yang mengganggu. Samsung juga memberikan softcase bawaan yang ramping. Disematkan pula pin untuk membuka slot kartu SIM. (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Dibekali bentuk kotak panjang dengan bingkai tipis membuat aspek rasio layar Galaxy Note 8 mencapai 83,2 persen. Ukuran layar yang masif ini hanya menyisakan 16,8 persen saja untuk menutupi pinggiran layar. Layarnya nyaris sama besar dengan S8 plus.
Di bagian bawah, jajaran tombol navigasi dan home telah ditenggelamkan dan dibuat menyatu dengan layar.
Beruntung, Samsung menyediakan case plastik bawaan. Saat digunakan, softcase ini setidaknya mengurangi selip saat ponsel digenggam.
Galaxy Note 8 menggunakan kaca dikedua permukaan sisi ponsel dan frame aluminium. (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Meski kaca ponsel ini menggunakan Corning Gorilla Glass 5, tetap tak berarti layarnya anti gores. Goresan masih mungkin terjadi ketika ponsel ini bergesekan dengan benda logam, misal ketika pengguna menaruh di kantong bersama dengan koin. Dari segi ukuran, ponsel ini lumayan besar dan terasa berat saat digenggam.
Selain itu, untuk menggunakan ponsel bersampul kaca, baiknya pengguna lebih berhati-hati. Sebab, jika ponsel membentur atau jatuh di bagian sudut akan lebih rentan retak ketimbang jatuh di salah satu permukaannya.
Layar impresif
Layar Galaxy Note CNN Indonesia/Bisma Septalisma |
Salah satu keunggulan Galaxy Note 8 terletak pada layarnya yang punya kepekatan warna hitam yang nyaris menyatu dengan pinggiran layar Midnight Black yang solid. Hal ini membuat ponsel terlihat tampan saat layar dimatikan dan ketika Always-on display aktif.
Warna-warna yang ditampilkan layar ini juga tampak menawan dan tajam saat ponsel dinyalakan. Salah satu keunggulan layar OLED. Ketajaman layarnya didukung oleh kerapatan layar yang mencapai 521 ppi (piksel per inci).
Layarnya yang masif membuat pengguna leluasa untuk bermain dengan stylus di atas permukannya. Format 18:9 pada layar ponsel membuat video tak bisa ditampilkan di seluruh layar, karena rata-rata masih menggunakan format 16:9.
Baterai
Setidaknya ponsel masih mampu bertahan sekitar 12 jam dalam penggunaan moderat. Dalam artian ponsel sering aktif untuk penggunaan layanan perpesanan dan media sosial sembari sesekali ditinggal bekerja. Prediksi baterai yang diterakan pada ponsel tentu saja seringkali meleset.
Stylus Multifungsi, Pemindai Kurang Cerdas
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Dalam kotak pembelian, Samsung menyediakan charger, kabel dengan ujung USB tipe C, adaptor dari USB tipe B ke C, juga adaptor USB OTG (on the go). Disediakan pula earphone AKG yang punya fungsi active noise cancelation. Sayang, earphone ini kurang nyaman ketika digunakan bertelepon karena fungsi noise cancelation-nya sering menimbulkan feedback yang mengganggu. Samsung juga memberikan softcase bawaan yang ramping. Disematkan pula pin untuk membuka slot kartu SIM. (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Galaxy Note 8 menggunakan kaca dikedua permukaan sisi ponsel dan frame aluminium. (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Layar Galaxy Note CNN Indonesia/Bisma Septalisma
Stylus bisa digunakan sebagai pengganti kibor untuk memasukkan teks dalam aplikasi. Namun, fitur pengenalan tulisannya beberapa kali gagal membuat kalimat yang diinginkan. Tingkat presisi memasukkan teks dengan kibor masih lebih baik (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Catatan off-screen yang bisa senantiasa tampil dan langsung edit di layar AlwaysOn Samsung Note 8 tanpa harus membuka kunci (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Berbagai fungsi stylus yang disematkan di Note 8 (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sensor pemindai iris mata terletak dibagian depan ponsel berjajar dengan sederet sensor lain dan kamera depan dibagian kanan ponsel (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sensor sidik jari diletakkan di bagian paling kiri dengan kamera ganda di bagian kanan. Ditengah tampak flash LED dan bagian bawahnya terdapat pemindai detak jantung dan kadar SO2 (dok. CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Pemrosesan gambar pada efek bokeh Samsung Note 8 tampak lebih alami dari iPhone 7 Plus (dok. CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
Perbesaran 0x Samsung Galaxy Note 8 (dok. CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)

Perbesaran 2x iPhone 7 Plus (dok. CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)

Foto dalam ruangan Samsung Note 8 dengan intensitas cahaya rendah (dok. CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Foto dalam ruangan iPhone 7 Plus dengan intensitas cahaya rendah (dok. CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Foto makro dalam ruangan dengan Note 8 (dok. CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Foto makro dalam ruangan iPhone 7 Plus (dok. CNN Indonesia/Eka Santhika Parwitasari)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian