Jelang Tol Wajib Uang Elektronik, Kominfo Buat Kartu Sendiri

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Senin, 30/10/2017 12:14 WIB
Jelang Tol Wajib Uang Elektronik, Kominfo Buat Kartu Sendiri Terbitnya kartu e-money Kominfo yang bekerjasama dengan Mandiri ini disebutkan Rudiantara untuk ikut berkontribusi dalam gerakan non-tunai yang tengah gencar dilakukan KemenPUPR dan BUMN (dok. CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) meluncurkan 500 uang elektronik khusus. Kementerian yang terletak di Jalan Merdeka Barat ini mengatakan kartu itu sebagai pendukung gerakan nontunai di Indonesia.

Menkominfo Rudiantara menyatakan ini sebagai aksi kementeriannya mendukung kementerian lain, dalam hal ini Kementerian PUPR. Namun dukungan Rudiantara ini sebatas di lingkungan kementeriannya saja.

"Kominfo bagikan 500 kartu untuk digunakan oleh pegawai Kominfo," kata Rudiantara di Jakarta, Senin (30/10).


Rudiantara berkata peluncuran kartu elektronik Kominfo ini sejatinya hanya simbolik, bahwa mereka mendukung program PUPR dan BUMN yang sedang menggalakkan gerakan nontunai.

"Ini kontribusi kami dalam rangka sosialiasi," pungkas Rudiantara.

Pemerintah bakal mewajibkan penggunaan uang elektronik sebagai alat bayar di setiap gerbang tol di seluruh Indonesia mulai 31 Oktober. Mereka beralasan menggunakan uang elektronik di tol lebih cepat daripada memakai uang tunai.

Sementara itu, data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menunjukkan penerapan transaksi nontunai di gerbang tol sudah mencapai 95 persen.

Meski judulnya meluncurkan, Kemenkominfo tidak membuat uang elektroniknya sendiri. Mereka memakai produk e-money yang diterbitkan oleh Bank Mandiri. Selain untuk bayar tol, uang elektronik di lingkungan Kemenkominfo ini bisa dipakai untuk membeli tiket KRL, dan sejumlah layanan publik.

Di samping itu, Rudiantara dan jajarannya memanfaatkan terbitnya uang elektronik versi Kominfo ini sebagai promosi proyek Palapa Ring. Pada bagian muka kartu tertera peta Indonesia lengkap dengan jaringan infrastruktur kabel serat optik bawah laut Palapa Ring yang tengah dibangun pemerintah. (eks/eks)