"(Ini terjadi) untuk pertama kalinya di era modern," jelas Amit Midha President Commercial Business APAC dan Jepang Dell EMC dalam konferensi pers yang diselenggarakan hari ini di Ritz Carlton, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).
Sebanyak 61 persen pemimpin bisnis di Asia Pasifik dan Jepang juga meyakini bahwa bisnis perusahaan mereka akan terganggu karena perkembangan teknologi digital.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Optimis
Tapi, alih-alih menjatuhkan perusahaan, Dell yakin perusahaan bisa memanfaatkan teknologi ini untuk kelangsungan usaha mereka. Syaratnya, mau bertransformasi menjadi perusahaan digital.
Sebab, mau tak mau, nantinya semua perusahaan akan berubah menjadi organisasi teknologi akibat disrupsi teknologi. Maka, manusia dan perusahaan harus bisa membangun hubungan baru dengan teknologi. Sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik terhadap teknologi baru.
Kolaborasi manusia-mesin
Kolaborasi yang dimaksud adalah dengan melakukan otomasi pekerjaan repetisi yang bisa dikerjakan mesin. Sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan kecepatan pekerjaan. Sementara, manusia berperan dalam hal penilaian, kreativitas, dan pemecahan masalah.
"Kolaborasi antara manusia dan mesin ini akan menjadi kunci untuk mendorong keunggulan kompetitif dalam beberapa tahun ke depan," tutupnya. (eks)