Tiap iPhone X Terjual, Apple Untung Rp8,6 Juta

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 08/11/2017 12:43 WIB
Tiap iPhone X Terjual, Apple Untung Rp8,6 Juta Penjualan iPhone X diperkirakan akan jadi yang paling laris dalam sejarah iPhone (dok. REUTERS/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak yang mengira iPhone X yang dibanderol dengan harga selangit akan dijauhi oleh para pelanggan setia iPhone. Namun kekhawatiran itu ternyata segera menguap.

Harga US$1.000 (sekitar Rp13 juta) nampaknya bukan masalah bagi para Apple 'fanboy'. Begitu pula dengan fitur-fitur baru yang dianggap jelek untuk sebuah iPhone tercanggih.

Popularitas iPhone X ini diperkirakan akan menyodok rekor penjualan baru untuk Apple. Antusiasme yang begitu besar pada iPhone X ini hanya bisa disaingi oleh iPhone 6. Salah satu tandanya adalah antrean panjang mengular di setiap Apple Store.


Analis dari Morgan Stanley mengatakan sebanyak 262 juta unit iPhone X akan dikapalkan oleh Apple sepanjang 2018 nanti. Jumlah itu akan mengalahkan rekor pengapalan 231,2 juta unit iPhone 6 pada 2015 silam.

Tingginya permintaan terhadap iPhone X ini pun berdampak positif bagi profit Apple. Tiap iPhone X yang terjual diduga akan membawa keuntungan US$640 atau sekitar Rp8,6 juta.
Secara signifikan, hal ini juga ikut mempengaruhi saham Apple yang secara pelan tapi pasti ikut bergerak naik. Pada hari Senin (6/11), saham Apple ditutup pada angka US$174,25 atau sekitar Rp2,4 juta.

Optimisme serupa diungkap seorang eksekutif AT&T, operator seluler asal AS. Menurutnya, penjualan iPhone X laku keras. Bahkan menurutnya ada kemungkinan ponsel itu mendapat sambutan paling meriah dari semua iPhone sepanjang sejarah.

"Semua menunjukkan para pelanggan menyukainya. Mungkin ini versi yang paling diantisipasi dan permintaannya kuat sekali," kata eksekutif AT&T John Donovan kepada CNBC seperti dikutip BGR

Sebelumnya, banyak yang nyinyir dengan kehadiran iPhoneX. Sebab, harganya dianggap terlalu mahal. Ada pula yang meributkan penampilan maupun fitur baru di iPhone X ini.

Torehan atau notch di bagian atas ponsel tempat kamera dan sederet sensor ditempatkan menjadi salah satu bahan olokan. Sebagian menilai torehan itu merusak estetika ponsel.

Kontroversi berikutnya dari iPhone X ini adalah hilangnya Touch ID, fitur pemindai sidik jari sebagai pintu keamanan perangkat. Pada ponsel paling anyar ini, peran Touch ID digantikan oleh Face ID.

Tak seperti Touch ID yang relatif dianggap nyaman oleh para pengguna, Face ID masih menimbulkan keraguan di publik meskipun fitur ini sudah diperagakan pada peluncuran perdana iPhone X. (sta/eks)