Harga US$1.000 (sekitar Rp13 juta) nampaknya bukan masalah bagi para Apple 'fanboy'. Begitu pula dengan fitur-fitur baru yang dianggap jelek untuk sebuah iPhone tercanggih.
Popularitas iPhone X ini diperkirakan akan menyodok rekor penjualan baru untuk Apple. Antusiasme yang begitu besar pada iPhone X ini hanya bisa disaingi oleh iPhone 6. Salah satu tandanya adalah antrean panjang mengular di setiap Apple Store.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Membedah 'Harga Selangit' Satu Unit iPhone X |
Tingginya permintaan terhadap iPhone X ini pun berdampak positif bagi profit Apple. Tiap iPhone X yang terjual diduga akan membawa keuntungan US$640 atau sekitar Rp8,6 juta.
Secara signifikan, hal ini juga ikut mempengaruhi saham Apple yang secara pelan tapi pasti ikut bergerak naik. Pada hari Senin (6/11), saham Apple ditutup pada angka US$174,25 atau sekitar Rp2,4 juta.
Sebelumnya, banyak yang nyinyir dengan kehadiran iPhoneX. Sebab, harganya dianggap terlalu mahal. Ada pula yang meributkan penampilan maupun fitur baru di iPhone X ini.
Kontroversi berikutnya dari iPhone X ini adalah hilangnya Touch ID, fitur pemindai sidik jari sebagai pintu keamanan perangkat. Pada ponsel paling anyar ini, peran Touch ID digantikan oleh Face ID.
Tak seperti Touch ID yang relatif dianggap nyaman oleh para pengguna, Face ID masih menimbulkan keraguan di publik meskipun fitur ini sudah diperagakan pada peluncuran perdana iPhone X. (eks/sta)