Jupe Tan, Senior Vice President dari Plug n Play, mengatakan ada cara lain untuk merajai bisnis teknologi yakni menciptakan ekosistem. Tan memberi contoh pada kasus Rakuten dan Apple.
Rakuten merupakan perusahaan e-commerce tersukses di Jepang, orang menjuluki Amazon dari negeri Sakura. Tan menilai besarnya Rakuten tak lepas dari ekosistem program loyalti yang jadi andalan perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat seseorang diselimuti berbagai produk Apple bukanlah pemandangan yang aneh. Siapa pun bisa memerintah Siri untuk memutar lagu secara spesifik dari Apple Music di berbagai perangkat Apple. Airpod yang kemunculannya kontroversial itu bahkan bisa terhubung dengan cepat ketika di sekelilingnya mengenali produk Apple lain via koneksi Bluetooth.
Meminjam kata Jon Markman dari Forbes, desain Apple seperti itu seperti sebuah perangkap agar pelanggan tak bisa kabur dari ekosistem yang mereka gunakan.
Lihat juga:Membedah 'Harga Selangit' Satu Unit iPhone X |
Lalu apakah ada contoh perusahaan teknologi di Indonesia yang punya ekosistem sebaik Rakuten dan Apple? Jawabannya belum ada, namun ada satu yang mendekati yaitu Gojek.
Berawal dari ojek panggilan melalui aplikasi, Gojek kini merambah ke banyak layanan. Di antara semua layanan itu, fitur pembayaran Gopay punya peran penting sebagai fondasi di ekosistem Gojek.
Tan melihat Gojek punya potensi yang begitu luas dengan ekosistemnya. Ia menilai perusahaan yang diarsiteki oleh Nadiem Makarim itu sebagai yang tersukses dalam menciptakan ekosistemnya sendiri.
"Saya rasa itu potensi yang bisa diraih Gojek dan ekosistem Gopay. Sejauh ini, transportasi adalah pasar terbesar mereka, mungkin diikuti oleh Gofood, lalu layanan lainnya. Tapi mereka masih punya banyak peluang. Bayangkan ketika Gojek meluncurkan produk ritelnya sendiri, lalu Gopay bisa dipakai sebagai alat pembayarannya," pungkas Tan.