iPhone X Mudah Retak, Biaya Perbaikan Pun Mahal

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 10/11/2017 09:12 WIB
iPhone X Mudah Retak, Biaya Perbaikan Pun Mahal Panel kaca iPhone X dinilai ringkih dan rentan mengalami keretakan (dok. REUTERS/Hannibal Hanschke)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai tes ketahanan terhadap iPhone X menunjukkan bahwa iPhone X adalah ponsel paling ringkih dan menghabiskan biaya yang paling mahal untuk perbaikannya. Padahal ponsel anyar ini disebut-sebut sebagai ponsel yang paling canggih selama 10 tahun perjalanan Apple membuat ponsel pintar.

Sebuah perusahaan garansi untuk peralatan elektronik, SquareTrade, melakukan pengujian terhadap iPhone X. Hasil pengujian mereka berkebalikan dengan klaim Apple yang menyatakan bahwa iPhone X adalah ponsel dengan bodi terbuat dari kaca yang paling tahan banting.

Untuk mengujinya, SquareTrade menjatuhkan ponsel tersebut dari ketinggian enam kaki atau 1,8 meter dari sisi depan, belakang, samping, bahkan dijatuhkan terguling-guling.


Mereka menyaksikan iPhone X tergores di segala sisi karena tes tersebut. Hanya bagian samping saja yang tidak tergores, namun layar OLED menjadi tak bekerja semestinya.

Hasil tersebut juga didapat oleh jurnalis CNet yang melakukan tes yang sama, hanya saja ketinggian hanya berasal dari 3 kaki atau kurang dari satu meter. iPhone X retak sejak dibanting pertama kali.

Pada dasarnya, material kaca memang membuat ponsel mudah retak. Bahkan jika Apple melindunginya dengan kaca milik Corning atau Asahi Glass, ponsel akan tetap pecah.

Sayangnya, cara Apple untuk membangun iPhone X telah membuat reparasinya jauh lebih mahal jika dibanding iPhone 8 Plus atau Samsung Galaxy S8 yang memiliki materai kaca juga.

iFixit, salah satu perusahaan reparasi asal Amerika, mengungkap bahwa pengguna iPhone X harus mengganti seluruh bagian perangkat jika bagian belakang pecah. Menurut situs Apple, penggantian tersebut harganya kira-kira akan menghabiskan US$549. Harga itu US$150 lebih mahal bahkan ketimbang iPhone 8 Plus.

Padahal menurut oprekan TechInsight, Apple hanya menghabiskan kira-kira US$358 untuk membangun satu unit iPhone X. Perusahaan asal Sillicon itu disebut Forbes mencari tambahan keuntungan sebesar US$191 dengan metode reparasi tersebut.

Bagi peminat iPhone X, ada baiknya mereka juga membeli garansi tambahan AppleCare+ yang harganya kira-kira US$200 (sekitar Rp2,7 juta). Garansi ini mencakup dua kali kerusakan karena insiden yang masing-masing subyek bisa digunakan untuk kerusakan layar US$ 29 (sekitar (Rp3,9 juta), atau US$ 99 (sekitar Rp1,3 juta) untuk kerusakan lainnya, ditambah pajak yang berlaku, demikian dilaporkan Forbes. (eks/eks)