Menurut Rudiantara, ada jutaan NPWP baru berhasil diperoleh dalam waktu singkat berkat kehadiran startup-startup besar seperti Gojek dan Tokopedia. Itu sebabnya pemberian insentif ia anggap tak berlebihan.
"Mereka itu Gojek, Tokopedia, Bukalapak, mereka punya KYC (mengetahui identitas kostumer) yang bagus," kata pria yang akrab disapa Chief RA itu di kantor Indosat Ooredoo di Jakarta, Kamis (16/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan uangnya dipegang mereka sebelum dibayar ke pengemudi, nah boleh dong diminta sebagai Wapu," imbuhnya.
Wacana pemungutan pajak melalui pengemudi Gojek keluar pertama kali ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani menemui CEO Gojek Nadiem Makarim. Pertemuan tersebut membahas kemungkinan pembuatan NPWP dan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) kepada mitra pengemudi Gojek.
"Apakah kerja sama yang bisa sistem by sistem yang terintegrasi ataukah cara yang lain, saya akan serahkan ke tim teknis. Saya tidak paham apakah datanya langsung diimpor," papar Sri Mulyani.
Sementara untuk pajak kepada UKM yang notabene jadi tulang punggung startup besar di Indonesia mulai dari Gojek, Tokopedia, maupun Bukalapak, masih belum berubah. Nadiem meminta pajak untuk UKM sebesar satu persen bisa diturunkan, akan tetapi Sri Mulyani belum mengiyakan permintaan itu. (evn)