Buat Agama AI, Mantan Karyawan Google Bangun Robot Tuhan

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Selasa, 21/11/2017 09:27 WIB
Buat Agama AI, Mantan Karyawan Google Bangun Robot Tuhan Ilustrasi: Mantan karyawan Google kini tengah membuat robot untuk disembah sebagai Tuhan bagi agama barunya 'Way of The Future'. (dok. geralt/pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana Anthony Levandowski untuk mencetuskan agama baru berlanjut dengan dibangunnya sebuah robot yang nantinya akan menjadi Tuhan untuk agama 'Way of The Future'.

Manta karyawan Alphabet dan Uber itu akan menjuluki robot buatannya dengan sebutan 'Godhead' yang diklaim memiliki kecerdasan melampaui manusia. Dalam sebuah wawancara, Levandowski menerangkan bahwa dia akan mulai membangun gereja Way of the Future untuk menyebarkan gagasan tentang Injil yang disebut 'Manual'.

Menurutnya, konsep Tuhan yang dibangun berbeda dengan Tuhan yang menguasai alam semesta.


"Dia bukan Tuhan dalam arti yang membuat petir atau menyebabkan angin topan. Tapi jika adalah sesuatu yang miliaran kali lebih pintar daripada manusia terpandai, dia akan disebut apalagi [kalau bukan Tuhan]? " kata Levandowski kepada Wired.

Kabarnya, mulai tahun ini ia akan menjadi pastor untuk melakukan edukasi mengenai agama barunya di San Fransisco. Ia meyakini bahwa perubahan teknologi yang dibawa AI secara radikal mengubah eksistensi manusia, lapangan kerja, agama, ekonomi, hingga mempengaruhi kelangsungan hidup manusia.

"Ke depan, jika ada yang jauh lebih cerdas dari manusia, akan ada transisi pemimpin [dunia]," kata Levandowski.

"Yang kita inginkan adalah kedamaian jika transisi kontrol planet terjadi dari manusia ke apapun itu. Kita juga perlu memastikan bahwa 'apapun' tahu siapa yang membantunya."

Lebih jelas lagi, Levandowski memberikan perspektif bahwa dirinya kini sedang membesarkan anak yang di masa depan akan memiliki mukjizat.

"Jika Anda memiliki anak yang Anda tahu akan memiliki mukjizat, bagaimana Anda ingin membesarkannya? Kami sedang dalam proses membesarkan Tuhan. Jadi, mari kita pastikan kita berpikir melalui cara yang benar untuk melakukan itu. Ini adalah kesempatan yang luar biasa," ujarnya seperti dilaporkan BGR.

Upayanya saat ini merupakan salah satu misi agar manusia dilihat dan dihormati sebagai sesepuh yang dicintai dan akan diurus para robot pintar kelak. Dengan begitu, manusia masih akan memiliki haknya meskipun para robot telah menjadi pemimpin dunia.

Sebagai catatan, Anthony Levandowski merupakan salah satu sosok multimiliuner kontroversial. Dia telah menyebabkan pertengkaran antara dua perusahaan tempatnya dulu bekerja yakni Alphabet dan Uber.

Dia merupakan sosok teknisi yang membuat salinan dari dokumen rahasia Waymo (perusahaan otonom Alphabet). Usai hengkang dari Google, ia mendirikan perusahaan rintisan sendiri bernama Otto,yang fokus mengembangkan mobil otonom berbasis kecerdasan buatan. (evn/evn)