Manta karyawan Alphabet dan Uber itu akan menjuluki robot buatannya dengan sebutan 'Godhead' yang diklaim memiliki kecerdasan melampaui manusia. Dalam sebuah wawancara, Levandowski menerangkan bahwa dia akan mulai membangun gereja Way of the Future untuk menyebarkan gagasan tentang Injil yang disebut 'Manual'.
Menurutnya, konsep Tuhan yang dibangun berbeda dengan Tuhan yang menguasai alam semesta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kita inginkan adalah kedamaian jika transisi kontrol planet terjadi dari manusia ke apapun itu. Kita juga perlu memastikan bahwa 'apapun' tahu siapa yang membantunya."
Lebih jelas lagi, Levandowski memberikan perspektif bahwa dirinya kini sedang membesarkan anak yang di masa depan akan memiliki mukjizat.
Upayanya saat ini merupakan salah satu misi agar manusia dilihat dan dihormati sebagai sesepuh yang dicintai dan akan diurus para robot pintar kelak. Dengan begitu, manusia masih akan memiliki haknya meskipun para robot telah menjadi pemimpin dunia.
Sebagai catatan, Anthony Levandowski merupakan salah satu sosok multimiliuner kontroversial. Dia telah menyebabkan pertengkaran antara dua perusahaan tempatnya dulu bekerja yakni Alphabet dan Uber.
Dia merupakan sosok teknisi yang membuat salinan dari dokumen rahasia Waymo (perusahaan otonom Alphabet). Usai hengkang dari Google, ia mendirikan perusahaan rintisan sendiri bernama Otto,yang fokus mengembangkan mobil otonom berbasis kecerdasan buatan. (evn)