Netizen Keluhkan KRL Molor Akibat Pohon Tumbang

Ervina Anggraini, CNN Indonesia | Senin, 11/12/2017 18:15 WIB
Netizen Keluhkan KRL Molor Akibat Pohon Tumbang Pengguna Coommuter Line mengeluhkan gangguan jadwal perjalanan usai insiden pohon tumbang di Stasiun Ancol dan Stasiun Karet. (dok. CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hujan deras yang melanda Jakarta pada Senin (11/12) menyebabkan pohon tumbang di daerah Stasiun Ancol dan Stasiun Karet. Akibatnya, perjalanan KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line terganggu.

Insiden pohon tumbang ini membuat akses Listrik Aliran Atas (LAA) jalur hulu antara Stasiun Karet hingga Stasiun Sudirman harus dinonaktifkan.

Melalui akun Twitternya @CommuterLine, PT. Kereta Commuter Indonesia mengkonfirmasi bahwa pohon tumbang di kedua stasiun itu berhasil dievakuasi dan layanan perjalanan KRL sudah dapat berjalan seperti biasa. Meski begitu, hal ini tetap mengganggu aktivitas warga yang menggunakan KRL sebagai sarana transportasi dan menuangkan keluhannya melalui linimasa Twitter.


Sejumlah pengguna Twitter mengeluhkan jadwal perjalaan kereta api yang tertunda. Meskipun proses evakuasi sudah selesai, namun imbas jadwal perjalanan tetap memicu kekhawatiran pengguna kereta api.

Akibat gangguan ini, sejumlah perjalanan pun mengalami pembatasan. Salah satunya seperti yang terjadi di jalur Pondok Ranji – Kebayoran.


Meski terganggu, ada juga yang menganggap kereta masih menjadi pilihan terbaik di tengah cuaca buruk Jakarta saat ini.


Akibat insiden ini, operasional KRL, sebagian perjalanan Bogor-Jatineger hanya beroperasi sampai Stasiun Manggarai. VP Komunikasi PT PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunnisa membenarkan kabar tersebut.

"Gangguan perjalanan KRL akibat dampak pohon tumbang juga terjadi di wilayah Stasiun Ancol. Sejak pukul 14.10 WIB perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok belum dapat dilakukan," kata Eva melalui keterangan tertulis..

PT KCI Pun mengimbau pengguna jasa kerata api yang tidak dapat menunggu, bisa memilih moda transportasi alternatif lainnya. " (sat)