Meski enggan menyebutkan nama e-commerce yang dimaksud, ia memastikan jumlah penjual yang melakukan kecurangan jumlahnya tidak banyak. Ia mengatakan tercatat ada empat hingga lima penjual yang akunnya telah dinonaktifkan lantaran memberikan diskon palsu.
"Kami masih menemukan beberapa kasus yang dilaporkan sama teman-teman pembeli seperti diskon palsu. Tapi yang penting tahun ini adalah bagaimana teman-teman dari e-commerce cepat tanggap. [Yang ditutup] dikit mungkin hanya 4-5 seller,” ujarnya saat ditemui usai penutupan Harbolnas 2017 di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Achmad juga mengaku hingga Harbolnas berakhir masih belum menerima adanya laporan kemungkinan adanya kecurangan dari Yayasan Lembaga Konsuen Indonesia (YLKI). Terlebih laporan terkait barang yang belum sampai ke tangan pembeli, lantaran baru pekan ini sejumlah e-commerce melakukan pengiriman pesanan.
"Ada beberapa dari mereka yang memang saking tingginya transaksi, fulfillmentnya sedikit tertunda. Agak lamalah. Ini yang coba kita kawal terus dan kita koordinasi terus sama teman-teman YLKI apa yang bisa kami bantu pasti kami bantu,” ujarnya. (evn)