Menurutnya, Xiaomi ingin menyediakan ponsel dengan desain, pengalaman, kualitas yang lebih baik dan harga jual yang kompetitif. Perusahaan asal China itu bahkan ingin menjual ponselnya setengah dari harga pasaran.
Tapi, ambisi itu bukan tanpa kendala. Lei mengungkap tantangan memasarkan ponsel murah adalah mengubah paradigma masyarakat Indonesia bahwa ponsel murah memiliki kualitas yang buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strategi menghadirkan ponsel berharga miring dengan kualitas yang lebih baik di kelasnya ini juga dilakukan Xiaomi untuk merebut pasar di India dan China.
Target ini menurut Jun bisa didapat dengan mudah, karena bercermin dari pencapaian penjualan tahun ini yang sudah mencapai 90 juta unit.
Boyong ponsel unggulan
Selain mengadopsi strategi pemasaran ponsel murah, Xiaomi juga tetap akan membawa ponsel unggulan mereka ke Indonesia.
Jun bahkan menyebut kalau tahun depan adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan ponsel kelas tertinggi Xiaomi ke Indonesia.
"Kita banyak melakukan usaha untuk menghadirkan Redmi 5A semurah itu tetapi tiba saatnya kami akan membawa ponsel flagship,” lanjut Jun.
Sayangnya baik Jun maupun Donovan Sung, Manajemen Produk dan Pemasaran Xiaomi Global, tutup mulut soal flagship mana yang akan dihadirkan di tanah air. (eks)